Diduga IPAL Bocor, Warga di Mamuju Protes Limbah Mie Gacoan

  • Bagikan

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik restoran Mie Gacoan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Mamuju, Sulawesi Barat, diduga mengalami kebocoran.

Akibatnya, air limbah meluber ke permukiman warga dan menimbulkan bau busuk menyengat, sehingga memicu protes warga ke kantor kelurahan setempat.

Lurah Simboro, Asri saat di konfirmasi mengungkapkan dugaan kebocoran IPAL tersebut telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Warga bahkan telah berulang kali mendatangi Kantor Kelurahan Simboro untuk meminta agar pihak Mie Gacoan diberikan teguran.

“Kasus dugaan bocornya IPAL Mie Gacoan ini sudah berlangsung cukup lama. Warga sudah beberapa kali datang menyampaikan keluhan dan meminta agar pihak Mie Gacoan ditegur,” ujar Asri saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (6/2/26).

Asri menjelaskan, pihak kelurahan telah berupaya meminta manajemen Mie Gacoan agar segera memperbaiki IPAL yang diduga bocor tersebut.

Namun, pada awalnya pihak Mie Gacoan tidak mengakui bahwa air yang meluber dan menimbulkan bau busuk berasal dari limbah usaha mereka.

“Pihak Mie Gacoan sempat menyangkal. Untuk memastikan sumbernya, saya meminta agar IPAL tersebut dikosongkan. Setelah IPAL dikeringkan, air yang menggenangi permukiman warga juga ikut kering,” jelasnya.

Menurut Asri, kondisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa limbah yang mencemari lingkungan warga berasal dari IPAL Mie Gacoan.

“Sekarang mereka tidak bisa lagi berkilah. Pihak Mie Gacoan harus bertanggung jawab dan segera memperbaiki IPAL yang rusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asri mengatakan bahwa dari hasil pertemuan antara warga, pihak kelurahan, dan manajemen Mie Gacoan yang digelar pada Jumat pagi, telah dicapai kesepakatan. Pihak Mie Gacoan berjanji akan segera melakukan perbaikan IPAL mereka.

“Jika ke depan IPAL masih bocor dan limbah kembali merembes ke permukiman warga, pemerintah kelurahan akan memberikan teguran tegas.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan meminta pihak terkait untuk menutup usaha Mie Gacoan,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Legal Mie Gacoan, Renaldi, saat dikonfirmasi pada Kamis (5/2/26) melalui pesan singkat WhatsApp, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran di lapangan.

“Bukan dari kami, masih dicari tahu sumbernya. Masih proses penelusuran di lapangan, Pak,” singkat Renaldi.

Penulis: Muh.Fajrin

  • Bagikan