MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat penurunan angka kemiskinan pada September 2025. Persentase penduduk miskin di Sulbar tercatat sebesar 10,18 persen, turun 0,23 persen poin dibandingkan Maret 2025.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, saat memaparkan Berita Resmi Statistik Profil Kemiskinan Sulbar di Aula Lantai II Kantor BPS Sulbar, Jalan Martadinata, Mamuju, Kamis (5/2/26).
“Pada September 2025, penduduk miskin di Sulbar mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025, yakni menjadi 10,18 persen atau turun 0,23 persen poin,” ujar Suri.
Secara absolut, jumlah penduduk miskin Sulbar pada September 2025 tercatat sebanyak 149,88 ribu jiwa, atau berkurang 2,43 ribu jiwa dibandingkan Maret 2025.
BPS juga mencatat penurunan kemiskinan baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun dari 8,35 persen pada Maret 2025 menjadi 7,68 persen pada September 2025.
Sementara itu, di wilayah perdesaan, persentase penduduk miskin menurun dari 10,94 persen menjadi 10,84 persen.
Suri menjelaskan, komoditas makanan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap Garis Kemiskinan dibandingkan komoditas non-makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
Pada September 2025, Garis Kemiskinan Makanan menyumbang 78,28 persen terhadap total Garis Kemiskinan, meningkat 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025. (*)








