JAKARTA, RAKYATSULBAR.COM – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) bergerak cepat melakukan penguatan internal guna mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk tujuh wilayah di tingkat daerah sebagai upaya mewujudkan operasional yang lebih profesional dan terukur.
Penyerahan SK pengangkatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I dan DPD II tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng. Agenda konsolidasi ini dipusatkan di Workshop dan Tempat Uji Kompetensi APPMBGI, Jalan Kalisari Raya, Jakarta Timur, Sabtu (7/2/2026).
Adapun tujuh wilayah yang kini resmi memiliki legitimasi organisasi meliputi empat provinsi (DPD I) yakni Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Papua Selatan. Sementara untuk tingkat DPD II, SK diserahkan kepada pengurus Kota Bogor, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi.
Dalam arahannya, Abdul Rivai Ras menekankan bahwa pembentukan struktur di daerah adalah syarat mutlak dalam menghadapi kompleksitas program MBG, mulai dari manajemen dapur hingga rantai pasok pangan.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki kompleksitas tinggi, baik dari sisi operasional dapur, rantai pasok pangan, maupun akuntabilitas publik. Karena itu, organisasi harus hadir kuat sampai ke daerah sebagai mitra yang mampu menjembatani kebijakan nasional dengan praktik di lapangan,” tegas Rivai Ras.
Pria yang akrab disapa Bro Rivai ini menambahkan, pengurus daerah memegang peran vital sebagai simpul koordinasi dengan pemerintah setempat serta pelaku usaha lokal. Mereka bertanggung jawab memastikan standar profesionalisme dan keamanan pangan terjaga demi mendukung investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Melalui perluasan struktur ini, APPMBGI berkomitmen memastikan program MBG tidak hanya sekadar berjalan, tetapi mampu menghidupkan ekosistem pangan lokal. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi kuat bagi organisasi dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 melalui pemenuhan gizi anak bangsa yang merata dan berkelanjutan. (*)








