PAREPARE, RAKYATSULBAR.COM – Kawasan eks Pasar Seni di Mattirotasi kini memiliki wajah baru. Tepat pada malam HUT ke-66 Kota Parepare, Senin (16/2/2026), Wali Kota Parepare, H Tasming Hamid meresmikan Kampung Enjoy Mattirotasi sebagai destinasi tematik baru yang dirancang untuk memperluas ruang publik dan menggerakkan ekonomi warga.
Grand opening dilakukan di hadapan ribuan masyarakat, 564 di antaranya merupakan Ketua RT/RW yang dilantik di waktu yang sama serta sekaligus dilakukan penyerahan santunan kematian yang diberikan karena sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kota Parepare kepada Ahli waris yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Parepare.
Tasming Hamid mengatakan, Kampung Enjoy Mattirotasi ini dikembangkan sebagai alternatif destinasi wisata santai di Parepare. Berada di kawasan pesisir strategis Mattirotasi.
“Lokasi ini dirancang menjadi pusat aktivitas baru, ruang berkumpul keluarga, komunitas kreatif, hingga sentra UMKM,” urainya.
Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan konsep ruang publik tematik yang nyaman, tertata, dan produktif. Penataan kawasan meliputi penyediaan lapak usaha berbasis kontainer, area duduk terbuka, pencahayaan malam, hingga ruang interaksi komunitas.
Pada malam peresmian, pemerintah menyerahkan dukungan puluhan unit kontainer usaha, tenda, dan gerobak sebagai bentuk kolaborasi dunia usaha untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Rinciannya, 6 unit dari Alfamidi, 6 unit dari CU, 6 unit dari Toko Prima, 6 unit dari Sejahtera, serta 10 unit dari PT Barito, ditambah 10 unit dari pemerintah kota.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari program mencetak seribu pengusaha baru di Parepare, dengan UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi kota.
“Kita ingin ruang publik yang bukan hanya indah, tetapi juga produktif. Tempat warga menikmati kota sekaligus tempat ekonomi tumbuh,” jelas Wali Kota yang tahap demi tahap mewujudkan 18 program prioritas janji politiknya ini.
Penyerahan Santunan Kematian Secara Simbolis
Pada momentum tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan kematian secara simbolis kepada ahli waris peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan.
- Ahli waris almarhum Abdul Qahhar Assoniwora, yang bekerja di lingkungan RT/RW Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, menerima santunan kematian sebesar Rp42.000.000 serta beasiswa pendidikan untuk dua orang anak (tingkat SD dan SMP) dengan total sebesar Rp3.500.000.
- Ahli waris almarhum Arifing, yang terdaftar sebagai Pekerja Rentan Kota Parepare, menerima santunan kematian sebesar Rp42.000.000.
Santunan tersebut merupakan bagian dari manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja, termasuk pekerja rentan dan unsur perangkat RT/RW yang telah terdaftar sebagai peserta.
Simbol Transformasi dan Kepedulian Sosial
Ia menyebut transformasi eks Pasar Seni menjadi Kampung Enjoy merupakan simbol perubahan dari ruang yang sempat kurang optimal menjadi kawasan hidup yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan kota tidak hanya menghadirkan ruang publik yang representatif dan produktif, tetapi juga memastikan adanya perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.
Dengan posisi strategis di pesisir dan konsep tematik yang terus dibenahi, Kampung Enjoy Mattirotasi ditargetkan menjadi ikon baru Parepare, ruang publik yang menggabungkan rekreasi, interaksi sosial, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kawasan.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Parepare menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.
Menurutnya, peresmian Kampung Enjoy Mattirotasi oleh Wali Kota Tasming Hamid menjadi bukti bahwa transformasi ruang publik berjalan seiring dengan penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami melihat langkah ini sebagai wujud nyata pembangunan yang inklusif. Di satu sisi, pemerintah mendorong pertumbuhan UMKM dan mencetak wirausaha baru. Di sisi lain, perlindungan jaminan sosial tetap menjadi perhatian utama agar para pekerja, termasuk perangkat RT/RW dan pekerja rentan, memiliki kepastian perlindungan apabila terjadi risiko,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa santunan kematian dan beasiswa pendidikan yang diserahkan merupakan manfaat nyata dari program jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini menunjukkan pentingnya kepesertaan aktif agar pekerja dan keluarganya tidak menghadapi beban ekonomi sendirian saat risiko terjadi.
“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM, pekerja sektor informal, dan masyarakat pekerja di Parepare untuk memastikan diri terdaftar sebagai peserta. Karena perlindungan sosial bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang keberlanjutan dan ketenangan keluarga di masa depan,” tambahnya.
BPJS Ketenagakerjaan Parepare, lanjutnya, siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar setiap ruang pertumbuhan ekonomi baru, termasuk di kawasan Mattirotasi, berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial masyarakat. (*)








