MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali mencetak doktor baru. Saidin Mansyur resmi menyandang gelar doktor pada Program Studi Dirasah Islamiyah konsentrasi Tafsir usai mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor yang digelar di kampus tersebut, Jumat (27/2/2026).
Ujian promosi dipimpin langsung Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, MA, dengan didampingi tim promotor dan penguji yang terdiri dari sejumlah guru besar dan akademisi.
Bertindak sebagai promotor Prof. Dr. H. M. Rusydi Khalid, MA, dengan co-promotor Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag dan Prof. Dr. Achmad Abubakar, M.Ag. Sementara tim penguji menghadirkan Prof. Dr. H. M. Ghalib, M.A, Prof. Saleh Tajuddin, MA., Ph.D, Dr. H. Muhammad Irham, M.Th.I, serta penguji eksternal Prof. Dr. H. Amir HM, M.Ag.
Dalam riset mendalamnya, Saidin mengangkat judul “Nilai-Nilai Spiritualitas Qurani Dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka Sebagai Model Pembangunan Karakter Bangsa”.
Penelitian ini hadir sebagai jawaban atas fenomena krisis spiritualitas yang melanda berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Saidin melihat adanya kebutuhan mendesak akan rujukan nilai berbasis wahyu yang ditafsirkan secara kontekstual dengan realitas kebangsaan
Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dipilih karena dinilai memiliki corak adabi-ijtima‘i yang mampu memadukan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan secara harmonis. Pendekatan ini dianggap relevan untuk dijadikan model dalam membangun karakter bangsa yang religius sekaligus berkeadaban.
Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan multidisipliner yang mencakup ilmu tafsir, historis, sosiologis, hingga sufistik. Melalui metode analisis isi yang bersifat semi tematik, Saidin mengungkap pandangan spiritual Hamka yang transformatif dan substantif.K Karakter spiritualitas Hamka sendiri dibentuk oleh pengalaman hidup di masa penjajahan serta pengaruh gerakan pembaruan Islam.
Temuan dalam disertasi ini memaparkan bahwa wujud spiritualitas Qurani dalam Tafsir Al-Azhar tercermin pada pengembangan elemen dasar manusia seperti ruh, nafsu, qalbu, dan akal.
Elemen-elemen ini dikembangkan melalui aktivitas zikir, ibadah, dan tafakur yang kemudian melahirkan nilai-nilai luhur seperti tauhid, keikhlasan, kesabaran, kejujuran, keadilan, hingga kepedulian sosial.
Lebih jauh, disertasi ini menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak hanya berhenti pada kesalehan individu, tetapi memiliki dimensi sosial dan kebangsaan yang kuat. Hamka mengarahkan agar spiritualitas Qurani diwujudkan dalam sikap hidup dan etos kerja yang nyata.
Hal ini dapat dicapai melalui pendidikan holistik yang mengintegrasikan spiritualitas, agama, moral, serta sains dan teknologi dengan melibatkan peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.
Disertasi ini diharapkan dapat memperkaya khazanah akademik di bidang tafsir dan spiritualitas, sekaligus menjadi rujukan praktis dalam pengembangan pendidikan karakter serta kebijakan sosial yang berorientasi pada pembentukan manusia Indonesia yang berintegritas dan berkeadaban. (Emi)








