“Kami terus berdoa untuk yang lain juga, dikasih kekuatan juga sama seperti kami. Dan juga bisa segera ditemukan sehingga kita semua kembali ke tempat kami masing-masing membawa balik saudara dan kerabat kami yang ada,” ujar dia.
Belum Diidentifikasi
Sementara itu, korban yang pertama kali ditemukan baru berhasil dievakuasi dari persawahan Kampung Lampeso, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026) pagi. Evakuasi korban yang diketahui jenis kelamin laki-laki itu dilakukan menggunakan helikopter AS 365 N3+ Dauphin milik Basarnas setelah kondisi cuaca di sekitar Gunung Bulusaraung, Pangkep-Maros dinyatakan mendukung.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan dan didentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Cootdinator (OSC), Andi Sultan, menjelaskan bahwa proses evakuasi udara ini dilakukan setelah korban berhasil diangkat tim SAR gabungan dari dasar jurang ke punggungan Lampeso. Jenazah ini sebelumnya ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 200 meter.
“Cuaca relatif mendukung sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360. Helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA,” kata Andi Sultan.
Dia menambahkan, pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 Wita. Selanjutnya, helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 Wita.
“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI,” imbuh dia.
Andi Sultan juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur serta dukungan kondisi cuaca yang relatif mendukung pada pagi hari. Selanjutnya, kata dia, tim yang berjumlah 37 personil dan telah melakukan evakuasi akan terus melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di daerah Lampeso. Search and Rescue Unit (SRU) 1 disebut memiliki 50 orang personil, sementara SRU 2 sebanyak 28 orang personel akan menyisir di area ditemukannya ekor pesawat.
“SRU 3 dari posko menuju puncak dan membawa peralatan vertical dengan kekuatan 75 orang personil, SRU 4 menyisir di area air terjun patahan 4 dan 5 di mana di temukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang personil,” kata Sultan.
Temukan Korban Ketiga
Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah korban ketiga. Proses evakuasi akan diprioritaskan menggunakan via udara.
“Secara prioritas kita sudah memastikan bahwa pesawat kita standby-kan untuk bisa evakuasi. Baik itu terhadap korban dan juga bodypart pesawat yang memungkinkan kita bawa pakai pesawat,” ujar kata Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii.
Syafii mengatakan korban ketiga ini rencananya akan dievakuasi ke Maros. Lokasi penemuannya tidak jauh dari tim sektor 1 dan 4. “(Evakuasi korban dibawa ke Maros?) rencananya seperti itu. Lokasinya tidak jauh dari sektor 1, 4 dan kita juga melakukan upaya penyisiran di sektor 2 dan 3,” ujar dia.
Pelaksanaan operasi SAR ini dilakukan di tebing dan jurang. Namun Syafii belum bisa memberikan informasi lebih detail terkait penemuan korban ketiga ini.
“Mungkin kalau persisnya kita bisa press release kalau kita mendapatkan data yang lebih detail. Sedang proses evakuasi dan kita harapkan bisa kita geser ke titik di mana tadi pagi kita evakuasi korban. Karena itu paling cepat,” imbuh dia. (isak pasa’buan/C)








