MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Panitia Seleksi Pendamping Haji Daerah (PHD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 resmi menetapkan hasil akhir seleksi. Dari total peserta yang mengikuti seluruh tahapan seleksi, sembilan orang dinyatakan lulus, sementara tujuh peserta lainnya tidak lolos.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Barat sebelumnya telah menyelesaikan rangkaian seleksi administrasi calon pendamping haji Tahun 2026.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, panitia mengimbau agar segera melengkapi dan mempersiapkan dokumen pendukung sebagai syarat lanjutan sebelum bertugas mendampingi jamaah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Kami mengucapkan selamat kepada sembilan peserta yang dinyatakan lulus sebagai Pendamping Haji Daerah Sulbar Tahun 2026. Selanjutnya, mereka diharapkan segera mempersiapkan kelengkapan dokumen, seperti paspor serta persiapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH),” ujar Kepala Bagian Tata Usaha Kemenhaj Sulbar, Tauhid, Jumat (23/1/26).
Ia menambahkan, kelengkapan dokumen merupakan syarat mutlak agar para PHD dapat mengikuti tahapan selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendamping Haji Daerah nantinya akan berperan penting dalam membantu pelayanan, pembinaan, serta perlindungan jamaah haji asal Sulawesi Barat selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Proses seleksi PHD merupakan agenda rutin pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan pendamping haji yang terpilih memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas. (Muh. Fajrin)








