MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan mempertegas komitmennya dalam mendukung digitalisasi layanan, melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin). Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi para Admin BEST-TRUST dan petugas laboratorium Karantina Sulawesi Selatan dalam sosialisasi penerapan aplikasi E-Laboratorium yang digelar secara daring oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Karantina pada Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Revitalisasi Laboratorium yang melibatkan 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mempercepat layanan pengujian karantina hewan, ikan, dan tumbuhan melalui sistem yang terintegrasi.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menekankan bahwa adopsi teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan standar layanan tetap prima. Penerapan sistem digital ini dinilai strategis dalam menjaga kualitas layanan di pintu-pintu pengeluaran dan pemasukan komoditas.
“Sosialisasi E-Lab memantapkan kesiapan UPT Karantina dalam memberikan layanan pengujian yang andal, akurat, dan sesuai standar untuk mendukung kelancaran arus barang komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan,” ujarnya.
Aplikasi E-Laboratorium yang berbasis website ini telah terintegrasi penuh dengan sistem utama BEST-TRUST. Bagi Karantina Sulawesi Selatan, implementasi ini menjadi solusi dalam memangkas alur birokrasi pengujian. Proses yang dimulai dari penginputan penugasan, verifikasi sampel, hingga penerbitan hasil uji kini dapat dilakukan secara real-time. Transformasi ini memberikan kepastian waktu layanan yang lebih cepat dan data yang lebih mutakhir bagi para pelaku usaha.
Melalui standardisasi ini, diharapkan tercipta keseragaman hasil pelaporan di seluruh UPT se-Indonesia. Karantina Sulawesi Selatan berkomitmen menjadikan E-Laboratorium sebagai motor penggerak pelayanan karantina yang lebih profesional, akuntabel, dan modern, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur. (*)








