Karantina Sulsel Buka Ruang Belajar bagi Mahasiswa, Kenalkan Prosedur 8P hingga Layanan Digital

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Melalui program pembelajaran, pendampingan, dan penelitian, Karantina Sulsel membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung peran strategis karantina dalam menjaga keamanan hayati, kelancaran lalu lintas komoditas, serta perlindungan sumber daya alam.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari tugas pokok dan fungsi karantina secara komprehensif. Mereka diperkenalkan pada sistem pelayanan perkarantinaan, mulai dari proses administrasi, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik komoditas, pengambilan sampel, hingga penerbitan sertifikat. Pembelajaran ini memberikan gambaran nyata mengenai standar pelayanan publik yang diterapkan di lingkungan karantina.

Selain memahami alur pelayanan, mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai prosedur karantina 8P, tindakan karantina, serta pengujian laboratorium. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap regulasi, kebijakan, serta standar operasional yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan layanan perkarantinaan.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan di lingkungan karantina merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung dunia pendidikan dan membangun generasi yang sadar akan pentingnya keamanan hayati.

“Melalui kegiatan edukatif yang kami laksanakan bersama mahasiswa, kami berharap mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik pelayanan karantina. Dengan demikian, mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh tentang peran karantina dalam mendukung ketahanan pangan dan kelancaran perdagangan,” ujar Sitti Chadidjah.

la menambahkan bahwa berbagai kegiatan yang diikuti mahasiswa juga diarahkan untuk membentuk karakter yang disiplin, profesional, serta menjunjung tinggi integritas dalam bekerja dan bermasyarakat.

Dalam setiap aktivitas, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari petugas yang berkompeten. Mereka dibimbing untuk mengenal sistem pelayanan berbasis digital, tata kelola administrasi, serta penerapan standar operasional prosedur dalam setiap layanan. Pendampingan ini bertujuan untuk menanamkan nilai ketelitian, tanggung jawab, dan etika kerja sejak dini.

Tidak hanya terlibat dalam kegiatan pelayanan, mahasiswa juga difasilitasi untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian, perikanan, dan kesehatan hewan maupun tumbuhan. Kegiatan penelitian ini menjadi bagian penting dalam mendukung inovasi serta peningkatan kualitas layanan karantina.

Adapun mahasiswa yang terlibat berasal dari Fakultas Pertanian jurusan Proteksi Tanaman dan Agroteknologi Universitas Hasanuddin, serta Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan yang dilakukan pun beragam, mulai Praktek Kerja Lapangan (PKL), Program Magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta Penelitian Mahasiswa.

 Kehadiran mereka menjadi wujud sinergi antara Karantina Sulawesi Selatan dan dunia akademik dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Pelaksanaan kegiatan mahasiswa dari beberapa Universitas ini merupakan upaya mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia di bidang perkarantinaan sekaligis komitmen dan kerjasama Badan Karantina Indonesia (Barantin) dengan Universitas. 

Tidak hanya itu, melalui berbagai kegiatan tersebut, Karantina Sulawesi Selatan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan publik, tetapi juga berperan sebagai pusat pembelajaran dan edukasi. Diharapkan, mahasiswa yang terlibat dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam menjaga keamanan hayati serta mendukung pembangunan nasional di masa mendatang. (Emi)

  • Bagikan