PAREPARE, RAKYATSULBAR.COM – Kepala Badan Karantina Indonesia, M. Sahat Pangabean, melaksanakan kunjungan kerja ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) Satuan Pelayanan Parepare sebagai bagian dari penguatan pengawasan lalu lintas hewan menjelang Hari Raya Iduladha. Momentum ini menjadi perhatian khusus mengingat meningkatnya pergerakan ternak, khususnya sapi dan kambing, untuk kebutuhan kurban.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala Badan memastikan kesiapan sarana prasarana instalasi, mulai dari kandang penampungan, sistem biosekuriti, hingga prosedur pemeriksaan dokumen dan kesehatan hewan. la menegaskan bahwa setiap hewan kurban yang masuk dan keluar wilayah harus melalui tindakan karantina secara ketat guna mencegah masuk dan menyebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
“Kesiapan menjelang Iduladha bukan hanya soal kelancaran distribusi ternak, tetapi juga memastikan hewan yang beredar dalam kondisi sehat dan aman. Ini bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat serta sektor peternakan,” tegasnya.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Parepare memiliki peran strategis sebagai pintu distribusi ternak antarwilayah di Sulawesi. Menghadapi lonjakan permintaan, petugas telah meningkatkan intensitas pengawasan, memperketat pemeriksaan fisik dan dokumen, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.
Selain itu, optimalisasi sistem layanan berbasis digital juga diterapkan untuk mempercepat proses administrasi tanpa mengurangi ketelitian pemeriksaan. Langkah ini sejalan dengan komitmen reformasi birokrasi dan transparansi pelayanan publik.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan dialog bersama petugas lapangan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional. Dengan kesiapan Instalasi Karantina Hewan Parepare, diharapkan pelaksanaan Iduladha dapat berlangsung lancar, aman, dan bebas dari ancaman penyakit hewan di wilayah Sulawesi Selatan.








