Pacu Ekspor Rumput Laut Sulawesi Selatan, Kepala Barantin Perkuat Sinergi dengan PT BLG

  • Bagikan

PINRANG, RAKYATSULBAR.COM – Kepala Badan Karantina Indonesia bersama jajaran Karantina Regional Sulawesi melakukan kunjungan kerja ke PT BLG yang berlokasi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Kamis (19/02).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara otoritas karantina dengan sektor industri guna memacu akselerasi ekspor komoditas unggulan daerah. Sebagai pabrik pengolahan rumput laut terbesar di Asia Tenggara

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pimpinan manajemen PT BLG. Setelah sesi diskusi formal, jajaran Badan Karantina Indonesia diarahkan untuk melihat langsung proses produksi, mulai dari area penjemuran dan pengeringan rumput laut oleh para pekerja, hingga meninjau gudang penyimpanan skala besar. Selain itu, rombongan juga melakukan inspeksi mendalam terhadap fasilitas gudang karantina yang tersedia di lokasi pabrik.

Dalam diskusi bersama jajaran pimpinan PT BLG, Kepala Badan Karantina Indonesia, M. Sahat Pangabean, menekankan pentingnya pemenuhan standar protokol kesehatan tumbuhan (phytosanitary) agar produk olahan rumput laut asal Pinrang tetap memiliki daya saing tinggi di pasar global. Beliau menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memfasilitasi perdagangan dengan memangkas hambatan birokrasi tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati.

“Kita harus memastikan bahwa setiap gram produk yang keluar dari pabrik ini memenuhi standar internasional. Karantina hadir bukan sebagai penghambat, melainkan sebagai penjamin kualitas agar komoditas kita diterima tanpa kendala di negara tujuan,” ujar Sahat Pangabean.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyatakan kesiapan personelnya dalam memberikan pendampingan teknis dan layanan sertifikasi yang cepat serta transparan di lapangan. la menjelaskan bahwa pengawasan di gudang karantina PT BLG dilakukan secara rutin guna memastikan integritas komoditas tetap terjaga sebelum dikapalkan.

Kami terus berupaya dalam memberikan layanan, dengan adanya gudang karantina yang representatif di sini, proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien, sehingga mempercepat waktu tunggu ekspor bagi pelaku usaha,” pungkas Sitti Chadidjah. 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Sulawesi Selatan sebagai hub utama ekspor rumput laut Indonesia, sekaligus memastikan bahwa sistem perkarantinaan nasional berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi industri manufaktur. (Emi)

  • Bagikan