JAKARTA, RAKYATSULBAR.COM – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) berkumpul dan berdiskusi dengan sejumlah artis untuk merancang film pendek tentang cerita pentingnya program Makan Bergizi Gratis ala Prabowo Subianto bertempat di kantor DPP APPMBGI Setiabudi Two Building Jl.H.R Rasuna Said Kuningan Jakarta (20/02).
Sejumlah artis senior dan pencinta seni yang hadir antara lain Vivian, Endang S taurina, Ratih Purwasih, Regina dan Vina sebagai tim kerja yang kelak akan memproses secara terstruktur tahapan pembuatan film mulai dari pengembangan ide (development), praproduksi (perencanaan), produksi (syuting), pascaproduksi (editing), dan distribusi.
Menurut Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras yang akrab disapa Bro Rivai yang memimpin pertemuan itu menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pembuatan film terletak pada skenario yang kuat, anggaran terencana, tim solid, dan persiapan matang sebelum syuting.
“Dalam tahapan pembuatan film sebaiknya dalam tahapan pengembangan ide konsep kita akan menentukan cerita, genre (komedi), dengan tema yang unik dan membuat sinopsis atau ringkasan cerita dan alur detail serta menentukan target siapa yang akan menonton film ini, termasuk memastikan hitungan biaya produksi, serta penentuan lokasi syuting.” Jelas Rivai.
Dalam diskusi itu juga terungkap pentingnya tema utama yang akan diangkat bahwa film MBG ini harus mampu mengedukasi dan membangun kesadaran masyarakat bahwa MBG sesungguhnya bertujuaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui perbaikan gizi, penurunan angka stunting dan malnutrisi pada anak, ibu hamil, serta menyusui.
Program ini juga bertujuan meningkatkan prestasi akademik siswa, mengurangi kesenjangan sosial, dan menggerakkan ekonomi lokal, serta mengembangkan budaya untuk kita bisa belajar bahwa makan bukan sekadar grafis (tampilan visual/plating) semata, melainkan tentang pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan tubuh, dan fungsi bertahan hidup.
Karena itu, tema film MBG yang akan diangkat kelak diberi judul “Menanti MBG dan Harapan Keberlanjutan”. Esensi film ini akan menceritakan tentang asalmu asalnya gagasan Presiden Prabowo Subianto yang berakar dari keprihatinan mendalam atas tingginya angka stunting dan malnutrisi yang ia saksikan langsung selama bertahun-tahun berkampanye di berbagai daerah.
Prabowo sering menemukan anak-anak yang pertumbuhannya tidak sesuai usia, seperti anak 10 tahun yang fisiknya tampak seperti anak 4-5 tahun. Prabowo melihat realitas memprihatinkan di mana anak-anak di pedesaan seringkali hanya makan nasi dengan garam.
Demikian halnya keberhasilan program makan siang gratis di negara lain, seperti India dan Brasil, menjadi inspirasi utama bagi Prabowo. Selain itu, MBG dipandang sebagai strategi jangka panjang dalam konteks kedaulatan pangan terutama untuk memperbaiki kualitas manusia Indonesia agar mampu bersaing.
“Melalui film MBG ini dapat menjadi instrumen edukasi, literasi, sosialisasi dan sebagai upaya membangun persepsi positif melalui promosi dan distribusi di media sosial dan akan ditayangkan di festival film, YouTube, atau platform streaming.” Ungkap Ketum APPMBGI, Rivai. (“)








