Sholat Mirajnya Seorang Mukmin

  • Bagikan

Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali)

Semakin sering hati diasupi kebajikan, niscaya ia semakin kaya.

Selaku khalifah di muka Bumi, hati manusia memiliki dimensi ketuhanan yang selalu membisikkan dan meniupkan roh kebenaran. Kebenaran itu menuntunnya menuju budi pekerti mulia. Hati laksana media dialogis antara abid dengan ma’budnya. Terasa seperti Sidratulmuntaha, saat baginda Rasul yang mulia berdialog dengan Allah Swt.

Dimensi ketuhanan dalam hati manusia merupakan gagasan teologis, yang dalam pandangan Islam menyebut hati sebagai tempat bersemayanya Allah. Suara hati adalah suara Tuhan.

Karenanya, dimensi ini melekatkan kesadaran spiritual, intuisi moral dan rasa syukur dan kekaguman serta kemampuan mencintai dan mengampuni sebagai sebuah kesatuan.

Apabila seorang mukmin menunaikan sholat, maka pada intinya ia membangun dialog dengan Allah Swt, dengan harapan mendambakan cahaya ketuhanan. Cahaya Allah ini akan senantiasa bersinar dalam kalbu dan menjadi lentera dalam kehidupan. Cahaya Allah tak lain adalah nur iman dan takwa, sinar kebenaran dan keadilan

Maka raihlah cahayaNya dengan berdoa dan berdzikir secara teratur. Yakinlah, Allah mencuci hati manusia dengan cahaya-Nya.

Pun sholat adalah kesadaran spiritual guna meningkatkan pemahaman akan kehadiran Tuhan. Kemanfaatan sholat baik untuk mengembangkan hubungan dengan Tuhan dan membangun karakter insan Kamil.

Semakin sering hati diasupi kebajikan, niscaya akan semakin kaya hati itu. Ibarat pepohonan apabila rajin dipupuk, maka serta merta bunganya akan bermekaran dan buahnya ranum dan lebat. Hati punya detektor batin yang peka terhadap pelbagai hal. Namun, jika sekeping hati gersang nan kering, putiknya rontok dan dedaunnya kerontang, dipastikan ia tidak dapat menghasilkan buah.

Karena itu, hati sejatinya suci bersih dari dosa dan kesalahan, rendah hati dan tawadhu dan sifat-sifat bajik lainnya yang beralaskan kasih sayang dan empati.

Tatkala kita diperhadapkan dengan situasi yang menuntut quick responce urgent, cepat, dan tepat rujukannya berdialog dengan sang Pencipta agar memperoleh ilham dari Allah Swt.

Ketika kamu ditimpa masalah hidup, sholatlah dua rakaat di luar yang fardhu. (Hadits Nabi).

Ibarat bangunan agar terhindar dari keruntuhan akibat petir, digroundingkan ke tanah buat menetralisir muatan listrik berkekuatan 1,3 miliar volt ampere tersebut.

Demikian Franklin Rod, Benyamin Franklin penemu anti-petir.Jika hidup diibaratkan petir, kita diperintah baginda Rasul sujud, grounding dahi kita sebagai konduktor di tempat sujud buat menetralisir segenap permasalahan yang menghinggapi.

Dalam sholat seorang mukmin berdialog dengan sang Pencipta. Seperti kata Imam Al Gazali:

ما وسعنى ارض ولا سماء ولكن وسعنى قلب عبدي الموء من

Sekiranya AKU menampakkan wujud AKU yang sesungguhnya langit dan bumi tidak berdaya menampung keberadaanku. Namun, AKU dapat bersinggasana dalam hati seorang mukmin.

Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang dan pemilik alam semesta senantiasa akan menganugerahkan solusi terbaik kepada hambaNya.

Kehadiran Allah merupakan sumber kekuatan dan ketenangan, pelindung dan penuntun di jalan gelap, sumber kebenaran dan keadilan dan kehadiranNya tidak terpisahkan dari diri kita.

Khutbah Jumat di Claro

Makassar, 19 Januari 2024.

  • Bagikan