Evaluasi Fasilitas Pelet Gandum, Karantina Dorong Kepatuhan Standar Fitosanitari

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Penguatan sistem jaminan mutu ekspor terus dilakukan melalui pengawasan langsung di lapangan. Deputi Bidang Karantina Ikan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, melakukan kunjungan kerja ke salah satu instalasi eksportir pelet dedak gandum di Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan instalasi karantina tumbuhan dalam memenuhi persyaratan fitosanitari negara tujuan ekspor. Peninjauan mencakup sistem manajemen penyimpanan, kebersihan dan sanitasi fasilitas, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di gudang, alur keluar-masuk komoditas, serta konsistensi penerapan standar operasional prosedur sebelum penerbitan Phytosanitary Certificate (PC).

Dalam arahannya, Drama Panca Putra menegaskan bahwa instalasi karantina memiliki peran strategis dalam menjamin kepatuhan terhadap ketentuan sanitary and phytosanitary (SPS) serta menjaga kepercayaan pasar internasional.

“Kepercayaan negara tujuan ekspor dibangun melalui sistem pengawasan yang kredibel dan terdokumentasi dengan baik. Instalasi harus mampu memastikan setiap komoditas yang dikirim memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” tegasnya.

la juga menekankan pentingnya penguatan sistem ketertelusuran (traceability) dan pencatatan yang akurat, mengingat regulasi perdagangan global semakin ketat dan dinamis.

Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyampaikan bahwa fungsi karantina tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi standar teknis secara berkelanjutan.

“Pengawasan bertujuan memastikan kepatuhan terhadap regulasi, sedangkan pembinaan dilakukan agar pelaku usaha memahami dan menerapkan sistem jaminan mutu secara konsisten. Dengan demikian, kegiatan ekspor dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek perlindungan sumber daya hayati,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan instalasi karantina tumbuhan di Sulawesi Selatan semakin siap mendukung kelancaran ekspor komoditas turunan gandum sekaligus menjaga reputasi Indonesia sebagai negara pengekspor yang memenuhi standar internasional. (Emi)

  • Bagikan