Malam Penuh Cahaya

  • Bagikan

Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali)

Semoga umat Muslim mendapatkan Lailatul Qodar dan diangkat derajatnya sepanjang usia.

Malam pertemuan dua berkas cahaya; cahaya langit yang dihantarkan oleh malaikat Allah dan cahaya bumi yang terpantul dari qalbu shoimin. Laelatul Qadri juga bermakna Malam Penentuan terhadap nasib seorang hamba perihal usia, rezeki dan masa depan hidupnya. Dianjurkan 10 hari terakhir memperbanyak zikir, membaca Al-Quran

bersedekah dan i’tikaf. I’tikaf berarti berhenti sejenak dari rutinitas harian untuk berdialog langsung dengan Sang Khaliq.

Sesungguhnya Ramadhan sebagai sekolah ruhani, di mana sang hamba banyak menyerap sifat-sifat ilahiyyah (asmaul husna) untuk dieksternalisasikan pasca-Ramadhan. Ketika seorang hamba mengubah diri menjadi wakil Tuhan di atas persada ini berarti seorang hamba telah mengganti baju kemakhlukan dari Basyariyah menjadi Manusia Langit bercirikan raganya ikhsan dan rohnya iman.

Dengan demikian, umat Muslim diajak untuk memperbanyak doa di penghujung Ramadan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Pemurah. Engkau menyukai ampunan, oleh karena itu ampunilah aku.”

Semoga seluruh umat Muslim mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar sehingga diangkat derajatnya seumur hidup, yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan atau setara 83 tahun 4 bulan. Amin Ya Rabbal Alamin. (*)

  • Bagikan