MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan menerima kunjungan Mr. Erdmann Wischhusen (Managing Director Remofarm Jerman) bersama tim, serta Prof. Dr. Andi Parenrengi dan tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pertemuan strategis yang membahas regulasi dan tindakan karantina untuk mendukung ekspor komoditas perikanan Indonesia.
Diskusi berfokus pada persyaratan impor-ekspor produk perikanan, khususnya Udang Windu, komoditas unggulan yang memiliki potensi besar di pasar internasional. Remofarm Jerman bersama BRIN sebelumnya telah melakukan riset budidaya Udang Windu di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya pengembangan komoditas bernilai tinggi yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan ini, Remofarm menyampaikan rencana pemasaran Udang Windu asal Sulawesi Selatan ke pasar Jerman. Menanggapi hal tersebut, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah memaparkan persyaratan ekspor menuju Uni Eropa, sekaligus menyampaikan data komoditas perikanan yang telah dilalulintaskan ke Uni Eropa sepanjang tahun 2025. Karantina berperan penting dalam memastikan setiap komoditas perikanan yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan pangan sesuai standar negara tujuan.
“Kami mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti Udang Windu agar dapat bersaing di pasar global. Karantina memastikan setiap produk yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan karantina dan standar negara tujuan, sehingga dapat diterima dengan baik di pasar internasional,” ujarnya.
Selain itu, dibahas pula regulasi importasi pakan udang untuk kebutuhan riset, guna memastikan seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan tetap berjalan sesuai ketentuan karantina.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan mitra internasional, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi Udang Windu Indonesia untuk bersaing di pasar global, khususnya Uni Eropa. (Emi)








