MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Memasuki pekan terakhir Ramadhan 1447 Hijriah, Karantina Sulawesi Selatan terus konsisten memperkuat fondasi spiritual pegawainya. Bertempat di Aula Mabudatora, agenda rutin tadarus dan kultum pekan ini mengangkat tema yang menyentuh sisi kesehatan dan integritas,
“Mengimplementasikan Sunnah Rasulullah SAW sebagai Gaya Hidup dan Etos Kerja”.
Kegiatan pembinaan mental kali ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa mengikuti sunnah bukan sekadar menjalankan ritual, melainkan mentransformasi perilaku Nabi Muhammad SAW ke dalam pelayanan publik yang modern dan profesional. Hal ini sangat relevan mengingat tantangan kerja di bidang karantina yang menuntut ketelitian tinggi dan fisik yang prima.
Hadir sebagai pemateri, Fahri perwakilan dari tim Karantina Tumbuhan memaparkan bahwa Rasulullah SAW adalah pribadi dengan integritas tertinggi yang dikenal dengan gelar Al-Amin atau yang terpercaya. Beliau menekankan bahwa setiap tindakan Rasulullah mengandung dimensi efektivitas dan keberkahan yang bisa diterapkan dalam lingkungan kerja.
“Rasulullah digelari Al-Amin karena kejujuran dan amanah beliau yang luar biasa. Sebagai pegawai, integritas ini harus kita teladani mulai dari memastikan sumber pendapatan yang halal hingga menjaga pola hidup sehat sesuai sunnah. Dan Ingatlah, kita menjalankan pola hidup sehat ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan untuk memaksimalkan ibadah dan produktivitas kerja kita setiap hari,” jelasnya.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, dalam arahannya turut mengapresiasi kedalaman materi tersebut. Beliau menegaskan bahwa implementasi sunnah sangat selaras dengan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, terutama dalam hal kompetensi dan profesionalisme.
“Rasulullah adalah pribadi yang paling teliti dan peduli pada detail. Di Karantina, ketelitian dalam melakukan pemeriksaan fisik komoditas adalah bentuk ketaatan kita pada prinsip profesionalisme yang juga diajarkan dalam Islam. Jika kita bekerja dengan standar sunnah, maka kualitas perlindungan sumber daya hayati kita akan semakin kokoh karena mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah,” ujarnya.
Menutup rangkaian kegiatan, sesi dilanjutkan dengan edukasi praktis mengenai cara memilih buah dan sayuran yang segar sertc sehat yang bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), yang dibawakan oleh Anni anwar. Sesi ini mengingatkan bahwa menjaga kelestarian clam dan mengonsumsi makanan yang thayyib (baik) adalah bagian utuh dari menjalankan sunnah untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan. (Emi)








