MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Pimpinan Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar rapat koordinasi khusus untuk membahas pengamanan kampus setelah munculnya berbagai gangguan keamanan dalam beberapa waktu terakhir. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Rektor UNM, Farida Patitingi, dan dihadiri jajaran wakil rektor, dekan, serta pimpinan unit di lingkungan universitas.
Dalam rapat itu, Rektor berbicara dengan nada tegas. Ia menilai gangguan keamanan yang belakangan muncul sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan kecil. Situasi tersebut, kata dia, harus segera dihentikan.
“Gangguan keamanan akhir-akhir ini sudah bersifat masif. Kita harus sepakat bahwa kondisi seperti ini harus diakhiri,” ujar Farida.
Ia juga meminta seluruh pimpinan kampus bersikap terbuka terhadap setiap persoalan yang terjadi. Menurutnya, masalah internal tidak boleh ditutup-tutupi karena justru akan memperburuk citra institusi apabila informasi tersebut lebih dahulu muncul dari luar kampus.
Rektor menegaskan bahwa setiap persoalan harus disampaikan secara jujur oleh pihak internal agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Dalam forum itu, Farida juga menyoroti pentingnya menjaga citra UNM sebagai salah satu perguruan tinggi besar di kawasan timur Indonesia. Ia meminta seluruh pimpinan, terutama Wakil Rektor III dan Wakil Dekan III di fakultas, untuk bergerak bersama mengatasi persoalan keamanan kampus.
Jika ditemukan pihak-pihak yang menjadi sumber masalah, ia meminta agar penanganan dilakukan secara tegas.
“Jangan takut. Saya akan mendukung langkah bapak dan ibu sekalian,” katanya.
Farida bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan apabila diperlukan dalam penanganan persoalan keamanan di kampus. Meski begitu, ia mengingatkan agar pendekatan kepada mahasiswa tetap mengedepankan dialog. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran, menurutnya, perlu diajak berbicara secara intensif dengan pendekatan persuasif, bukan ancaman.
“Kita harus berbicara dengan mahasiswa kita secara baik. Pendekatan harus intensif, tetapi jangan mengancam,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Rektor juga membuka kemungkinan peningkatan dukungan terhadap satuan pengamanan kampus, termasuk melengkapi petugas keamanan dengan perlengkapan operasional yang memadai agar mereka merasa aman dalam menjalankan tugas.
Di akhir arahannya, Farida menegaskan bahwa posisinya sebagai pimpinan universitas dijalankan semata-mata sebagai amanah dari kementerian.
“Saya berada di sini menjalankan amanah kementerian. Tidak ada praktik politik. Tugas saya hanya memastikan amanah ini berjalan dengan baik untuk kepentingan UNM,” kata dia.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah konsolidasi pimpinan universitas dalam merespons situasi keamanan kampus sekaligus memastikan lingkungan akademik tetap kondusif bagi kegiatan pendidikan. (*)








