Safari Ramadhan di Bone, UNM Tegaskan Kesetaraan Mutu dan Integritas Pengembangan Kampus

  • Bagikan

BONE, RAKYATSULBAR.COM – Safari Ramadhan Pimpinan Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kampus VI Bone bukan sekadar agenda silaturahmi. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen bahwa kualitas sarana prasarana dan sumber daya manusia di seluruh kampus UNM harus setara dan berstandar sama.

Ketua Unit Pelaksana Program (UPP) Kampus Bone menyampaikan apresiasi atas pembangunan ruang kelas berstandar dan ruang micro teaching yang kini telah dimanfaatkan mahasiswa. Ia juga mengungkapkan terima kasih atas respons cepat pimpinan universitas dalam menindaklanjuti kebutuhan pembenahan sarana prasarana.

“Setelah melihat langsung kondisi lapangan, pimpinan segera mengeksekusi tindak lanjut dan bagian perencanaan langsung melakukan pengukuran,” ujarnya.

Dengan luas lahan sekitar empat hektar, Kampus VI Bone dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai simpul pertumbuhan akademik UNM di wilayah tersebut.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM melaporkan bahwa Kampus Bone saat ini memiliki 29 dosen dan 14 tenaga kependidikan, dengan jumlah mahasiswa mencapai 631 orang. Ia menegaskan bahwa fasilitas, kualitas dosen, serta tata kelola di Kampus Bone telah diselaraskan dengan kampus induk di Makassar.

Koordinasi antara kampus daerah dan pusat, menurutnya, berjalan baik berkat pemanfaatan teknologi komunikasi yang telah menjadi budaya kerja civitas akademika.

Dalam sambutannya, Rektor UNM menegaskan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi, terutama bagi pimpinan institusi.

“Safari Ramadhan ini menjadi momentum bagi kami untuk mengamati langsung kondisi kampus dan memastikan bahwa seluruh fasilitas serta kualitas SDM di semua kampus UNM berada pada standar yang sama,” ujarnya.

Ia menyatakan komitmen untuk merealisasikan program pengembangan sarana prasarana dan SDM agar UNM terus berkembang dan unggul sesuai tuntutan zaman. Namun, ia menekankan bahwa seluruh kebijakan harus dijalankan secara akuntabel, transparan, cepat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Rektor juga mendorong dosen memanfaatkan peningkatan dana penelitian yang signifikan pada 2026. Menurutnya, penguatan riset menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat posisi UNM di tingkat nasional dan internasional.

Sebagai langkah strategis, ia menegaskan pentingnya program afirmasi bagi kampus di Bone dan Parepare agar seluruh civitas akademika memiliki rasa memiliki dan energi positif yang sama dalam membangun UNM.

Safari Ramadhan ini, pada akhirnya, tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga panggung konsolidasi kebijakan: memastikan pemerataan mutu, memperkuat integritas tata kelola, dan meneguhkan arah UNM sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus bergerak maju. (*)

  • Bagikan