GOWA, RAKYATSULBAR.COM- Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar shalat Idul Fitri atau Shalat Id pada 1 Syawal 1447 Hijriyah atau bertepatan dengan hari Jumat, 20 Maret 2026 Masehi.
Pelaksanaan Shalat Id kali ini digelar di Masjid Al Aqabah milik pondok pesantren yang menjadi laboratorium schoolnya Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini.
Penggunaan Masjid Al Aqabah menjadi tempat pelaksanaan Shalat Id dilakukan ditengah proses renovasi pembangunan menjadi dua lantai. Kini, masjid yang namanya diberikan langsung oleh KH Djamaluddin Amien, mantan Rektor Unismuh sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar ini bakal menjadi masjid terbesar di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Khatib pada pelaksanaan Shalat Id ini adalah Dr Dahlan Lama Bawa S AG, M. Ag., Dosen Unismuh Makassar sekaligus Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar ini.
Pada kesempatan itu, Dr Dahlan Lama Bawa menyampaikan pesan-pesan di balik Puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, putra asal Kedang, Lembata, Flores, NTT, ini menjelaskan tentang makna Al Aqabah yang kemudian menjadi nama bagi masjid kebangaan Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar serta masyarakat setempat tersebut.
Menurut Dahlan, Al-Aqabah, sebuah kata yang memiliki makna yang sangat mendalam dalam kajian Islam. Al-Aqabah tidak sekedar menjadi nama Masjid Ponpes Darul Fallaah
Unismuh Makassar di Bissoloro, namun Al-Aqabah adalah jalan yang mendaki lagi
sukar atau jalan yang sulit dan menantang, Al-Aqabah dimaknai sebagai ujian
hidup yang berliku namun dibalik ujian tersebut, jika dihadapi dengan ketulusan
dan kesabaran, maka akan diangkat derajat hidupnya pada level derajat taqwa yang
paling tinggi.
Ciri-ciri derajat Taqwa yang tinggi itu antara lain, 1) hidup sesorang
atau sekelompok orang menjadi penuh berkah,
2) setiap mengalami kesulian selalu
ada kemudahan,
3) setiap menghadapi masalah selalu ada jalan keluar,
4) Allah hadirkan rezkinya dari arah yang tidak disangka-sangka,
5) Allah mudahkan segala
urusannya,
6) Allah penuhi semua keperluannya,
7) setiap membutuhkan sesuatu
selalu ada tepat pada waktunya.
Semua hal yang istimewa sebagaimana ciri
diberkahi tersebut, sudah kami rasakan dan kami alami secara nyata dalam 20
tahun keberadaan Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, yang
dirikan oleh Ketua BPH Unismuh, KH Djamaluddin Amien dan Rektor Unismuh
Makasar, Prof Dr H Irwan Akib, M.Pd.
Al-Aqabah sebuah nama, tapi tidak sembarang nama, melainkan nama yang
penuh makna, ia adalah ujian hidup yang dilukiskan oleh Allah SWT dalam Qs.
Al-Baqarah ayat 155–157:
Terjemahanya:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillah wa
inna ilaihi rajiun’. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna
dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)
Terhadap ayat tersebut, Imam Al-Ghazali menafsirkan bahwa: “barang
siapa yang menghadapi ujian hidup dengan sabar, maka akan menadapatkan
predikat taqwa dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Taqwa dalam arti mampu
menjaga diri dari segala yang dilarang Allah, dan mampu melaksanakan segala
yang diperintahkan Allah” (kitab Ihya’ Ulumuddin, Jilid I).
Dijelaskan Dahlan, Al-Aqabah adalah jalan yang harus kita tempuh untuk mencapai derajat taqwa. Jalan ini tidaklah mudah, namun dengan kesabaran, keikhlasan, dan
tawakal, kita dapat mencapai tujuan kita.
Seperti melaksanakan ibadah puasa
Ramadhan untuk meraih Taqwa itu tidak mudah, di mana harus menahan lapar dan haus padahal makanan dan minuman halal tersedia, dilarang bercampur suami istri
di siang Ramadhan itu tidak mudah, karena ada istri sah dan siaga setiap saat, jika
dilanggar harus membayar kafarat berupa puasa 2 bulan berturut-turut, contoh
lainnya, menuntut ilmu itu tidak mudah, ada orang yang harus pergi jauh tinggalkan kampung halaman dan keluarganya di usia yang masih belia untuk menuntut ilmu, saat lebaran pun tidak bersama orangtuanya, namun yaqin lah bahwa jika telah menemukan Ilmul Yaqin (yakin akan hidup mulia dengan ilmu), Ainul Yaqin (merasakan suksesnya dibalik kesulitan, ujian dan cobaan selama proses mencari ilmu), maka pasti Haqqul Yaqin bahwa dengan iman dan ilmu Allah akan angkat derajatnya oleh Allah SWT (Qs. Al-Mujadilah ayat 11) dalam kehidupan sosialnya, Allah tinggikan derajat hidupnya menjadi Guru, Dosen, Pengusaha, Tentara, Polisi, Perawat, Bidan, Politisi, Praktisi Agribisnis, Advokat, Buruh, Tani dan Nelayan, menjadi Hakim, Jaksa dan lain-lain.
Hubungan Al Aqabah dengan Pembangunan Masjid Rp2,8 M
Terkait dengan judul khutbah ini, khatib ingin merefleksikan hubungan Al Aqabah dengan Pembangunan masjid Al-Aqabah Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro. Terkini, Masjid Al-Aqabah yang sedang dibangun dengan perencanaan anggaran mencapai Rp2,8 miliar, akan segera rampung, semuanya terasa mudah, semua orang membantu melalui zakat, infaq dan shadaqah dalam Gerakan Mendulang Amal, Shadaqah Semen, Wakaf Tegel, Lelang Buku Karya Dahlan Lama Bawa dan Buku Ontologi Karya Santri, rezki selalau mengalir walau sedikit tapi berkah, begitulah cara Allah membuktikan janji-janjiNya sehingga Pembangunan Masjid Al-Aqabah ini berjalan lancar, atas support Ketua PWM
Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag dan Rektor Unismuh Makassar, Dr.H.Abd
Rahkhim Nanda, ST, MT, IPM bersama Keluarga Besar Unismuh Makassar.
Demikian pula support penting dari Pimpinan, Dewan Guru, Dewan
Pengasuhan, Staf, Santri dan Alumni Darul Fallaah, serta support dari Orangtua walisantri, support dari Kader, Warga dan Simpatisan Muhammadiyah, serta respon positif dari masyarakat Gowa pada umumnya, perlindungan dari Pemerintah Desa dan Warga Desa Bissoloro pada khususnya, semua ini merupakan bukti nyata bahwa kemudahan yang dijanjikan Allah bahwa dibalik kesulitan, ada kemudahan itu benar-benar ada, sehingga Pembangunan masjid Al-Aqbah terasa mudah dan lancar dalam kendali konsultan teknik dan konstruksi, seorang putra pannyambeang Muh.Basri, Dg Kawang, ST, Pengawas Bangunan dan Mandor, H. Marolla Dg Nyonri, Pengawas Keuangan, H Samsuddin Dg Ngasa, S.Pd, dan Penanggungjawab Bahan Bangunan, Ustadz Alimuddin Dg Siama, SE, serta Kepala Tukang, Dg Ta’le bersama para tukang dan buruh yang bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja Ikhlas, sehingga walau upahnya kadang terlambat, para istri
shalihahnya tetap sabar menanti, mereka mengambil teladan dari sosok Ibu Hj Risnawati Dg Intang, sehingga Allah memuliakan hidupnya dan diangkat derajat
taqawanya oleh Allah SWT. Aamiin YRA.
Akhirnya, marilah kita jadikan Al-Aqabah sebagai jalan menuju derajat taqwa yang tinggi, mari kita jadikan Al-Aqabah sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup kita.
1. Al-Aqabah itu Menanam Iman
2. Al-Aqabah itu Membimbing Ibadah
3. Al-Aqabah itu Menuntun Akhlak
4. Al-Aqabah Itu Mengamalkan Ilmu
5. Al-Aqabah itu Menjunjung Amaliyah
6. Al-AQabah itu Hidup Mulia dan Mati Syahid
7. Al-Aqabah itu Bukan Sekedar Nama Tapi Sarat Makna.
Kesimpulan
Kesimpulan dari Khutbah ini sebagai berikut:
1. Al-Aqabah adalah sebuah istilah dalam al-Qur’an surah al-Balad, sekaligus sebagai simbol jalan hidup yang sulit, jalan mendaki lagi sukar, namun justru itulah menjadi jalan untuk mencapai derajat takwa yang tinggi, jika telah melewati ujian berat seperti rasa takut, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan
2. Melalui Puasa Ramadan, kaum muslimin dilatih untuk bersabar, ikhlas, tawakkal, dan menahan hawa nafsu agar menjadi pribadi yang bertakwa, hidupnya dilimpahi keberkahan, dimudahkan segala urusan, diberi jalan keluar setiap menghadapi masalah, dicukupkan rezekinya, dan dipenuhi semua kebutuhannya oleh Allah SWT.
3. Al-Aqabah Itu Bukan sekedar Nama Tapi Sarat Makna.
Kesimpulan dari Khutbah ini sebagai berikut:
1. Al-Aqabah adalah sebuah istilah dalam al-Qur’an surah al-Balad, sekaligus sebagai simbol jalan hidup yang sulit, jalan mendaki lagi sukar, namun justru itulah menjadi jalan untuk mencapai derajat takwa yang tinggi, jika telah melewati ujian berat seperti rasa takut, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
2. Melalui Puasa Ramadan, kaum muslimin dilatih untuk bersabar, ikhlas, tawakkal, dan menahan hawa nafsu agar menjadi pribadi yang bertakwa, hidupnya dilimpahi keberkahan, dimudahkan segala urusan, diberi jalan keluar setiap menghadapi masalah, dicukupkan rezekinya, dan dipenuhi semua kebutuhannya oleh Allah SWT.
3. Al-Aqabah Itu Bukan sekedar Nama Tapi Sarat Makna.(*)








