Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH Tegaskan Arah Transformasi Digital Universitas Muslim Indonesia untuk Ketahanan Pangan

  • Bagikan

DEPOK, RAKYATSULBAR.COM – Universitas Muslim Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi melalui keterlibatan aktif pada kegiatan Halal bi Halal dan Seminar Nasional yang diselenggarakan APTISI dengan tema “Genom, Ketahanan Pangan Indonesia, dan Artificial Intelligence”, yang berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk membahas peran teknologi, khususnya genom dan kecerdasan buatan (AI), dalam menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika global.

Seminar menghadirkan para pakar nasional, di antaranya Prof. Ir. Zaenal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D, Prof. Dr. Tubagus Maulana Kusuma, S.Kom., M.Eng.Sc, Prof. Dr. Ir. Muhammad Syukur, SP., M.Si dari IPB University, serta Dr. Tri Joko Santoso, SP., M.Si dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

UMI: Transformasi Digital untuk Solusi Nyata Bangsa

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan UMI bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Teknologi harus kita hadirkan sebagai jalan solusi, bukan sekadar tren. Di UMI, kami mengintegrasikan AI dan sistem berbasis data dalam riset dan pembelajaran, termasuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi utama dalam menghadapi era disrupsi.

“Penguatan laboratorium, sistem informasi, dan kolaborasi berbasis teknologi menjadi prioritas kami agar UMI siap menjawab tantangan masa depan, termasuk dalam pengembangan riset genom dan kecerdasan buatan,” tambahnya.

Apresiasi untuk APTISI: Kolaborasi untuk Kemajuan Bersama

UMI menyampaikan apresiasi kepada APTISI atas komitmen dan konsistensinya dalam membangun ruang kolaborasi antar perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Ketua APTISI Pusat, Budi Djatmiko, menegaskan bahwa ketahanan pangan ke depan tidak cukup hanya berbasis produksi, tetapi harus ditopang oleh teknologi, data, dan inovasi berbasis riset.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan bangsa,” ungkapnya.

UMI Perkuat Ekosistem Digital dan Riset Interdisipliner

Delegasi UMI yang dipimpin oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H Mansyur Ramly, Ketua Pengurus Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menjawab tantangan masa depan.

UMI terus memperkuat Integrasi teknologi digital dalam pendidikan dan riset, pengembangan artificial intelligence berbasis kebutuhan masyarakat dan kolaborasi lintas bidang untuk inovasi pangan dan keberlanjutan

UMI: Kampus Ilmu dan Ibadah yang Adaptif dan Berdampak

Partisipasi aktif UMI dalam forum nasional ini menegaskan posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi bangsa.

Sebagai kampus dengan identitas Ilmu dan Ibadah, UMI terus bergerak menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, berbasis teknologi dan inovasi dan emberi dampak nyata bagi masyarakat.

Bagi UMI, transformasi digital bukan tujuan akhir. Transformasi adalah jalan… untuk memberi manfaat. Dan melalui ilmu, teknologi, dan kolaborasi, UMI berkomitmen menjadi bagian dari solusi masa depan Indonesia. (*)

  • Bagikan