POLMAN, RAKYATSULBAR.COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) sebesar 20 persen dari rata-rata harian normal untuk Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Penambahan pasokan ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas pengisian Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU, terutama di sepanjang jalur Trans Sulawesi, pada Minggu (18/10/2026).
Kepadatan kendaraan, mulai dari truk, bus hingga kendaraan pribadi, terpantau di sejumlah SPBU. Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan bahkan meluas hingga ke luar area SPBU dan bahu jalan.
Pertamina menyebut kondisi tersebut dipengaruhi tingginya arus lalu lintas antardaerah, penerapan ketentuan pengisian BBM berdasarkan surat edaran bupati masing-masing kabupaten, serta pola kedatangan pasokan dari Fuel Terminal (FT) Pare-Pare.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan pasokan merupakan langkah untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus memantau kondisi stok, realisasi penyaluran, dan perkembangan aktivitas pengisian di wilayah Majene dan Polewali Mandar. Penambahan penyaluran sebesar 20 persen menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi kebutuhan BBM masyarakat,” ujar Lilik.
Ia menambahkan, Pertamina berkoordinasi dengan FT Pare-Pare, pemerintah daerah, dan aparat terkait untuk mengoptimalkan pengiriman serta pelayanan di SPBU.
Pada Minggu (18/10) pukul 17.30 WITA, hasil pemantauan menunjukkan sejumlah SPBU di Majene dan Polewali Mandar relatif lengang, meski beberapa lokasi masih dipadati kendaraan.
Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Tim Satgas BBM Kabupaten Polewali Mandar untuk memantau penyaluran di lapangan. Pengaturan antrean kendaraan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta aparat penegak hukum agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Selain itu, peningkatan jam operasional di SPBU tertentu dan pengaktifan petugas pengatur kendaraan atau marshalling dilakukan untuk memperlancar proses pengisian BBM.
Lilik mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami berterima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat. Kami mengajak masyarakat mengisi BBM sesuai kebutuhan dan memberi ruang bagi pengguna lain agar pelayanan dapat berlangsung lebih lancar,” tutupnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pemantauan penyaluran BBM di Majene dan Polewali Mandar terus dilakukan, dengan penyesuaian operasional berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan. (*)








