MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan mengadakan upacara peringatan Hari Karantina ke-149 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Karantina Indonesia. Upacara tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Bapak Muhammad Iqbal.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran karantina dalam menjaga keamanan hayati bangsa di tengah meningkatnya mobilitas manusia, lalu lintas komoditas, dan kompleksitas perdagangan global.
Adapun amanat berupa pembacaan arahan dari Kepala Badan Karantina Indonesia, Bapak Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa karantina bukan sekadar pemeriksaan administratif di pelabuhan maupun bandar udara, melainkan bagian dari sistem pertahanan negara dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan.
“Karantina adalah benteng terdepan pertahanan nonmiliter kedaulatan hayati Republik Indonesia,”
Tantangan global menuntut penyelenggaraan karantina yang semakin adaptif. Pengawasan yang kuat harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang cepat, transparan, dan berstandar internasional agar keamanan hayati tetap terjaga tanpa menghambat kelancaran perdagangan.
Pelaksanaan upacara tersebut menjadi wujud kebersamaan seluruh jajaran dalam memperingati perjalanan panjang pengabdian karantina sekaligus memperkuat semangat pelindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menyampaikan bahwa peringatan Hari Karantina menjadi pengingat akan besarnya tanggung jawab karantina dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
“Di tengah tantangan perdagangan global yang semakin kompleks, karantina dituntut untuk terus beradaptasi tanpa mengesampingkan fungsi pelindungan. Kami di Sulawesi Selatan berkomitmen memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan setiap lalu lintas komoditas memenuhi persyaratan karantina,” ujar Sitti Chadidjah.
la menambahkan bahwa transformasi karantina tidak hanya bertumpu pada modernisasi teknologi dan fasilitas, tetapi juga membutuhkan aparatur yang profesional, berintegritas, serta mampu membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.








