MAMUJU,RAKYATSULBAR.COM — Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) kembali membersamai tenaga kesehatan (nakes) dan guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mamuju, Senin (5/1/2026).
Massa mengepung kantor bupati untuk menagih janji pemerintah daerah terkait pengangkatan PPPK Paruh Waktu.
Dalam orasinya, massa aksi menilai Bupati Mamuju ingkar terhadap komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada tenaga honorer.
“Kami menuntut janji Bupati Mamuju yang telah menjanjikan seluruh tenaga honorer dan guru di Mamuju akan diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu,” teriak Ahmad, salah satu orator aksi.
Ia menyebut kondisi tenaga honorer kian memprihatinkan. Banyak di antara mereka telah mengabdi puluhan tahun, namun justru dirumahkan tanpa kepastian status dan penghasilan.
“Ini sangat miris. Tenaga honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun malah ditinggalkan. Janji itu tidak ditepati,” lanjutnya.
Suasana aksi sempat diwarnai luapan emosi.
Seorang perempuan peserta aksi yang merupakan tenaga honorer guru dan nakes berteriak histeris meminta perhatian pemerintah daerah.
“Siapa yang mau menolong kami? Kami guru dan nakes honorer. Tolong kami, kasihan,” teriaknya di tengah kerumunan massa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Massa aksi menyatakan akan terus bertahan hingga tuntutan mereka mendapat respons langsung dari Bupati Mamuju. (Muh.Fajrin)








