Muhlis–Amanda Pimpin PMII Mamuju

  • Bagikan

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM – Konferensi Cabang (Konfercab) XIII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju resmi menetapkan Muhlis sebagai Ketua Umum PMII Mamuju dan Nur Amanda Putri sebagai Ketua Kopri PMII Mamuju periode 2026–2027. Keduanya terpilih secara aklamasi dalam forum yang digelar di Aula Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, Jumat (16/1/2026).

Muhlis merupakan kader PMII dari Komisariat Fatimah, sementara Nur Amanda Putri berasal dari Komisariat Poltekkes. Menariknya, kepemimpinan baru PMII Mamuju kali ini dipegang oleh kader berlatar belakang pendidikan kesehatan, yang dinilai membawa perspektif baru dalam mengelola roda pergerakan organisasi.

Usai penetapan, Ketua Umum Demisioner PMII Mamuju, Refly Sakti Sanjaya, menyampaikan refleksi kritis sekaligus pesan ideologis kepada kepengurusan baru. Ia menyoroti kondisi global yang tengah diliputi ketegangan akibat perang ekonomi, politik, ideologi, dan budaya yang berdampak langsung pada negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia.

“Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, proses hegemoni global akan memperlebar ketimpangan sosial dan memicu fragmentasi kelompok masyarakat di tingkat lokal. Tanpa disadari, hal ini dapat mengaburkan arah perjuangan kelompok intelektual, termasuk PMII,” tegas Refly.

Refly menekankan pentingnya keberlanjutan konsep kaderisasi PMII yang bekerja melalui logika produksi dan distribusi kader untuk merebut sektor-sektor strategis. Menurutnya, PMII Cabang Mamuju harus memperluas medan juang, tidak hanya berhenti pada ruang kampus.

“Melalui momentum Konfercab XIII ini, diharapkan lahir struktur kepengurusan yang mampu memposisikan PMII sebagai pencetak pemimpin lintas sektor kehidupan bangsa,” ujarnya.

Ia merinci sektor-sektor strategis yang harus menjadi fokus PMII ke depan, mulai dari sektor ekonomi seperti UMKM, pertanian, dan peternakan; sektor politik baik sebagai peserta maupun penyelenggara pemilu; sektor gerakan sosial melalui advokasi dan pemberdayaan masyarakat; sektor agama dan budaya melalui dakwah dan penguatan moderasi beragama; sektor hukum melalui penguatan lembaga bantuan hukum; hingga sektor teknologi digital melalui pemanfaatan media dan produksi konten edukatif.

Refly juga memaparkan capaian kepengurusannya yang mengusung visi PMII Mamuju Adaptif, Kritis, dan Progresif. Salah satunya adalah penyusunan kurikulum kaderisasi Mapaba serta strategi pra dan pasca-Mapaba yang berfokus pada penguatan ideologi, pembentukan karakter loyalis, dan peningkatan keterampilan kader.

“Namun karena keterbatasan masa kepengurusan, sejumlah cita-cita besar belum sempat kami tuntaskan. Harapan kami, kerja-kerja organisasi yang telah dirintis dapat dilanjutkan secara berkelanjutan oleh kepengurusan baru,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, PMII Mamuju dihadapkan pada tantangan besar untuk menjawab dinamika global dan lokal sekaligus memastikan pergerakan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemahasiswaan. (Muh.Fajrin)

  • Bagikan