Vendetta Klarifikasi Insiden Sekretariat, Sebut Ada Ancaman Sajam

  • Bagikan
Ketua Gerakan VENDETTA, Ikhwan Rozi

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Ketua Gerakan VENDETTA, Ikhwan Rozi, menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang berkembang terkait insiden di sekretariat (Mabes) VENDETTA.

Ia menilai sejumlah narasi yang beredar cenderung menggiring opini dan tidak mencerminkan fakta utuh di lapangan, bahkan menutup mata terhadap adanya indikasi ancaman serius serta dugaan upaya penyerangan terhadap sekretariat organisasi tersebut.

Rozi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden bermula dari kedatangan seorang pria yang tidak dikenal ke sekretariat VENDETTA. Sejak awal, orang tersebut menunjukkan sikap tidak kooperatif dan memicu ketegangan.

“Teguran yang disampaikan oleh kader VENDETTA dilakukan secara wajar dan proporsional, semata-mata untuk menjaga ketertiban serta mencegah situasi berkembang ke arah yang tidak diinginkan,” ujar Rozi.

Namun, kata dia, yang bersangkutan justru merespons dengan sikap agresif dan melakukan tindakan provokatif yang berpotensi memicu keributan.

Upaya penyelesaian secara damai telah dilakukan berulang kali, termasuk permintaan agar yang bersangkutan meninggalkan area sekretariat, namun tidak diindahkan.

“Situasi semakin mengkhawatirkan ketika yang bersangkutan menyampaikan ancaman akan kembali dengan membawa pihak lain. Tak lama kemudian, ia terlihat berada di sekitar sekretariat bersama oknum lain yang diduga membawa senjata tajam dan benda berbahaya,” ungkapnya.

Menurut Rozi, kondisi tersebut menimbulkan indikasi ancaman langsung terhadap keselamatan kader serta keamanan sekretariat Mabes VENDETTA.

Ia menegaskan bahwa fakta ini seharusnya menjadi perhatian serius, namun justru tidak diungkap dalam sebagian pemberitaan yang beredar.

“Kami menilai narasi yang hanya menyoroti dugaan pengeroyokan tanpa mengungkap adanya ancaman dan dugaan kepemilikan senjata tajam oleh pihak luar merupakan framing sepihak yang berpotensi menyesatkan publik dan mencederai asas keadilan,” jelasnya.

Rozi menegaskan, VENDETTA tidak akan mentolerir segala bentuk intimidasi terhadap sekretariat organisasi.

“Kami tidak akan membiarkan sekretariat kami didatangi dengan niat mengancam, apalagi disertai ancaman penyerangan dan dugaan membawa senjata tajam. Siapa pun yang melakukan intimidasi harus bertanggung jawab secara hukum,” tegasnya.

Ia pun mengimbau media dan publik agar tidak menelan informasi secara sepihak. Klarifikasi ini, kata Rozi, merupakan bentuk perlawanan terhadap upaya pembentukan opini yang menutupi fakta ancaman terhadap organisasi.

“Kami berharap media tetap menjunjung prinsip keberimbangan dan objektivitas agar publik mendapatkan informasi yang utuh dan adil,” tutup Rozi, Minggu (18/1/26). (Muh.Fajrin)

  • Bagikan