Hari Ketujuh Operasi SAR, Seluruh Korban ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

  • Bagikan
Proses evakuasi salah satu jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung.

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sabtu (17/1/2026) siang, berhasil ditemukan di hari ketujuh operasi. Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers di Posko AJU di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Jumat (23/1/2026) pagi.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf. Dody Priyo Hadi, mengatakan dua korban dilaporkan ditemukan pada Jumat pagi. Korban kesembilan ditemukan sekitar pukul 08.33 WITA oleh tim SAR gabungan.

“Alhamdulillah, berkat doa seluruh warga Indonesia, hari ini pukul 08.33 WITA kami menerima laporan dari tim tombak Yonif 433 Kostrad bersama tim SAR gabungan telah menemukan paket sembilan,” ujar Dody di Posko AJU.

Selanjutnya, sekitar pukul 08.59 WITA informasi penemuan korban terakhir atau kesepuluh kembali diterima tim pemantau di Posko AJU. Namun titik koordinatnya baru bisa dipastikan sekitar pukul 09.16 WITA.

“Kemudian pada pukul 08.59 kami mendapat informasi lanjutan, dan dipastikan pada pukul 09.16 WITA paket sepuluh telah ditemukan oleh Tim Elang 5, Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin, bersama tim SAR gabungan,” ungkapnya.

Dody bilang, hari ketujuh operasi SAR gabungan ini telah membuahkan hasil yang luar biasa. Selain seluruh korban berhasil ditemukan, juga sejumlah benda penting yang ada di pesawat.

Sementara black box pesawat berupa flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) yang telah ditemukan dalam kondisi baik telah diserahkan ke KNKT.

“Hari ketujuh ini kita bisa menemukan seluruhnya, baik benda penting yang ada di pesawat maupun seluruh korban,” kata dia.

Lebih lanjut, Dody menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Tompobulu dan Kecamatan Balocci yang telah banyak membantu selama proses operasi SAR ini berlangsung.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini.

“Terima kasih kepada masyarakat yang membantu baik secara langsung maupun tidak langsung. Ada yang turun bersama di lapangan, ada yang menyiapkan logistik, memasak, mendukung kebutuhan relawan dan prajurit, bahkan menyiapkan rumah untuk ditempati,” ungkapnya.

Pesawat ATR 42-500 ini sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta-Makassar namun tiba-tiba hilang kontak di sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sabtu siang. Pesawat tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk keperluan pengawasan udara.

Dalam penerbangan ini pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh orang kru dan tiga orang penumpang. Kru pesawat yakni Andy Dahananto (CAPT), Farhan Gunawan (SIC FO), Hariadi (FOO), Restuadu (EOB), Dwi Murdiono (EOB), Florencia Lolita S (FA) dan Esther Aprilita S (FA).

Sementara tiga orang penumpangnya yakni Deden Maulana, Feri Irawan dan Yoga Naufal. Mereka tercatat sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Feri sebagai Analis Kapal Pengawas, Deden selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga sebagai Operator Foto Udara. (Isak)

  • Bagikan