Ramai Isu Hacker Filipina, Keamanan Internet Indonesia Jadi Perhatian

  • Bagikan
Serangan Siber Filipina Vs Indonesia

RAKYATSULBAR.COM — Isu dugaan serangan siber yang dikaitkan dengan Filipina kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di ruang digital Indonesia. Narasi ini ramai dibahas setelah sejumlah akun dan komunitas teknologi menyoroti adanya aktivitas trafik internet tidak wajar yang diduga berasal dari luar negeri.

Dalam berbagai unggahan yang beredar, Filipina disebut sebagai salah satu titik asal lalu lintas siber mencurigakan yang mengarah ke jaringan internet Indonesia. Aktivitas tersebut diklaim menyerupai pola serangan Distributed Denial of Service (DDoS), meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas pemerintah.

Belum Ada Pernyataan Resmi Pemerintah

Hingga akhir Januari 2026, pemerintah Indonesia melalui lembaga terkait belum mengeluarkan pernyataan yang memastikan adanya serangan siber terkoordinasi dari Filipina. Otoritas menegaskan bahwa pemantauan terhadap stabilitas jaringan nasional dilakukan secara berkelanjutan.

Pengamat keamanan siber mengingatkan bahwa penentuan asal serangan digital tidak bisa dilakukan secara sederhana. Serangan modern kerap memanfaatkan jaringan global dan server perantara dari berbagai negara, sehingga penyebutan satu negara tertentu perlu didukung bukti teknis yang kuat.

Filipina Disebut, Pakar Ingatkan Publik Tetap Rasional

Pakar teknologi informasi menilai penyebutan Filipina dalam isu ini harus disikapi secara rasional. Menurut mereka, lalu lintas internet berbahaya bisa melewati banyak negara tanpa mencerminkan pelaku sebenarnya.

“Dalam dunia siber, alamat IP bukan identitas mutlak. Bisa saja trafik terlihat berasal dari Filipina, padahal pelakunya menggunakan infrastruktur global,” ujar seorang analis keamanan digital.

Ia menambahkan, konflik narasi di ruang digital justru berpotensi memicu kesalahpahaman antarnegara jika tidak disertai klarifikasi resmi.

Ancaman Siber di Kawasan Asia Tenggara

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan yang mengaitkan Filipina, ancaman siber di kawasan Asia Tenggara dinilai semakin kompleks. Negara-negara dengan tingkat konektivitas tinggi, termasuk Indonesia dan Filipina, sama-sama menjadi target sekaligus sumber lalu lintas siber global.

Transformasi digital yang masif membuat infrastruktur jaringan menjadi aset strategis yang rentan diserang. Oleh karena itu, peningkatan kerja sama regional di bidang keamanan siber dinilai penting untuk menekan risiko konflik digital lintas negara.

Isu dugaan serangan siber dari Filipina ke Indonesia masih berada pada tahap klaim dan perbincangan publik. Tanpa konfirmasi resmi, masyarakat diminta untuk tidak terpancing spekulasi. Namun demikian, isu ini menjadi pengingat bahwa ketahanan digital nasional harus terus diperkuat di tengah meningkatnya ancaman siber global. (*)

  • Bagikan