Tiga Guru Besar Dikukuhkan, Dekan Ushuluddin UIN Alauddin Beri Apresiasi Khusus 

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar kembali mencatatkan tonggak penting dalam penguatan tradisi akademik. Tiga dosen akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada Senin, 9 Februari 2026.

Mereka adalah Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I. dalam bidang Pendidikan Islam Kontemporer, Prof. Dr. Hj. Indo Santalia, M.Ag. dalam bidang Teologi Kebudayaan Islam, serta Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A. dalam bidang Ushul Fikih.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaemin, M.Th.I., M.Ed., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian akademik ketiga guru besar tersebut. Ia menilai, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda puncak perjalanan intelektual yang panjang dan konsisten.

“Saya mengapresiasi tiga guru besar yang dikukuhkan tanggal 9, ketiganya telah mencapai titik kulminasi pencapaian akademik,” ujar Prof. Muhaemin, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, masing-masing guru besar menghadirkan kontribusi keilmuan yang khas dan saling melengkapi. Prof. Abd. Rauf Muhammad Amin, misalnya, dengan kepakarannya di bidang ushul fikih, dinilai telah membuka cakrawala baru dalam memahami praktik keberagamaan.

“Prof Rauf dengan kepakarannya dalam bidang ushul fiqhi telah membentangkan paradigma baru bagaimana sejatinya kita beragama, bahwa muara keberagamaan itu tidak bisa dilepaskan dari maqashid syariah,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Andi Achruh dinilai menawarkan jawaban atas tantangan zaman melalui gagasan pendidikan Islam yang adaptif. “Begitupula Prof Andi Achruh telah menawarkan model pendidikan Islam kontemporer sebagai solusi di era disrupsi,” lanjut Prof. Muhaemin.

Adapun Prof. Indo Santalia, kata dia, memperkaya khazanah keilmuan dengan pendekatan teologi yang kontekstual. “Hal yang sama dengan ranah yang berbeda, Prof Indo Santalia telah membingkai teologi dalam konteks kebudayaan. Ia menyebutnya teologi kebudayaan, sebuah kombinasi isu langit dan bumi,” tuturnya.

Lebih jauh, Prof. Muhaemin menegaskan bahwa kehadiran tiga guru besar baru ini tidak hanya memperkuat barisan akademisi UIN Alauddin Makassar, tetapi juga meneguhkan posisi kampus sebagai pusat pengembangan intelektual Islam yang progresif.

“Ketiganya telah memperkuat barisan guru besar UIN Alauddin Makassar sekaligus meneguhkan UIN sebagai garda depan intelektual,” pungkasnya.

Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkokoh peran Fakultas Ushuluddin dalam mengembangkan keilmuan Islam yang responsif terhadap tantangan zaman, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (Emi)

  • Bagikan