Kepala Baratin Dorong Profesionalisme Pegawai UPT, Cegah Risiko Penyakit di Pelabuhan

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, memberikan arahan langsung kepada pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Regional Sulawesi dalam kegiatan Pembinaan Mental Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam Penegakan Integritas, yang digelar secara hybrid (luring dan daring) di Aula Mabudatora, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan, Abdul Rahman, serta para Kepala UPT Regional Sulawesi.

Sahat menekankan pentingnya kualitas SDM dan integritas dalam menjaga efektivitas pengawasan karantina, khususnya di pintu keluar-masuk wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit.

“Saya selalu mengingatkan agar sumber daya manusia karantina terus meningkatkan kompetensi dan tidak pernah puas dengan ilmu yang ada. Integritas petugas diuji saat melakukan tindakan karantina di pelabuhan dan bandara, karena ini bukan sekadar soal komoditas, tetapi menyangkut pencegahan penyakit yang dampaknya bisa sangat serius,” tegas Sahat.

Kepala Badan Karantina Indonesia juga menekankan transformasi layanan digital dan pembinaan berkelanjutan bagi pegawai baru sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

“Saat ini sistem layanan karantina sudah berbasis digital sehingga tidak memerlukan transaksi tatap muka. Bekerjalah dengan niat ibadah dan rasa syukur, karena gaji dan tunjangan dari negara sudah cukup untuk hidup layak. Ke depan, kaderisasi juga harus diperkuat agar CPNS yang baru siap menjadi generasi penerus karantina Indonesia,” tambahnya.

Selain aspek integritas, Sahat menekankan penerapan Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan UPT, termasuk pengurangan limbah plastik dan penggunaan wadah reusable atau tumbler, sebagai bagian dari transformasi kebersihan dan tata kelola lingkungan. (Emi)

  • Bagikan