Soroti Polemik Jet Pribadi Menag ke Takalar, LKBH Citra Bangsa: Itu Bukan Gratifikasi

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Polemik penggunaan fasilitas jet pribadi dalam kunjungan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, ke Kabupaten Takalar pada Minggu (15/2/2026) masih menjadi perhatian publik. 

Namun di balik perdebatan tersebut, sejumlah pihak menekankan bahwa substansi utama dari kehadiran Menag adalah komitmennya dalam melayani umat tanpa membedakan latar belakang maupun fasilitas yang digunakan.

Kunjungan itu dilakukan untuk memenuhi undangan peresmian madrasah dan pondok pesantren. Undangan tersebut disebut bersifat personal dan tidak memiliki hubungan kerja resmi dengan Kementerian Agama. Kedekatan antara pihak pengundang dan Menag juga dijelaskan sebagai hubungan kekeluargaan.

Sebelumnya, Menag telah menyampaikan klarifikasi bahwa dirinya tidak mengetahui secara rinci jenis transportasi yang disiapkan oleh panitia. Ia menegaskan tidak pernah meminta fasilitas tertentu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Praktisi hukum LKBH Citra Bangsa, Dr. Rahmat turut memberikan penjelasan. Menurutnya, Prof. Nasaruddin Umar sejak lama dikenal sebagai sosok pendakwah yang tidak memilih-milih undangan maupun bagaimana sarana yang disiapkan. 

“Jauh sebelum jadi Menag, Prof. Nasaruddin Umar sudah sering dijemput dengan jet pribadi untuk ceramah dan juga dijemput dengan naik perahu oleh masyarakat. Beliau pelayan umat tanpa pandang bulu siapa yang mengundang, dan tidak kenal waktu, siang, hujan, malam,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Dr. Rahmat menilai bahwa fasilitas yang digunakan Menag bukanlah bentuk gratifikasi, melainkan murni bagian dari pelayanan umat dan hubungan personal yang telah terjalin lama.

“Apa bedanya dijemput pakai perahu dan fasilitas lainnya? Dijemput jet pribadi pak Menag (disebut) gratifikasi, dipastikan bukan,” lanjutnya.

Menurutnya, yang menjadi pokok perhatian seharusnya adalah konsistensi pelayanan kepada umat. “Masa sahabat atau keluarganya undang, tidak pergi? Padahal sebelumnya sudah biasa. Masa harus ganti naik onta, padahal sebelumnya naik VIP,” pungkasnya. (Emi)

  • Bagikan