MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan turut hadir dalam kegiatan ekspansi rute penerbangan AirAsia di wilayah Sulawesi, khususnya dari dan menuju Makassar. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan konektivitas udara yang dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dari sektor ekspor hasil laut.
Ekspansi rute ini tidak hanya memberikan pilihan transportasi udara yang lebih terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang signifikan di sektor kargo. Potensi komoditas unggulan Sulawesi Selatan seperti ikan segar, ikan hidup, udang, dan kerang menjadi fokus utama pengangkutan menuju sejumlah negara tujuan, antara lain Malaysia, China, dan Thailand.
Dengan konektivitas penerbangan Makassar-Surabaya yang terhubung ke berbagai destinasi internasional, ekosistem ekspor hasil laut dinilai semakin kuat. Selain sebagai kota asal pengiriman, Makassar juga diproyeksikan menjadi titik transit (transit point) bagi komoditas dari Luwuk, Kendari, dan Palu. Hal ini memungkinkan konsolidasi pengiriman dari berbagai wilayah di Sulawesi sehingga potensi ekspor dapat lebih terintegrasi dan optimal.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menyampaikan bahwa peningkatan konektivitas ini harus diimbangi dengan penguatan pengawasan dan layanan karantina sesuai tugas pokok dan fungsi.
“Ekspansi rute ini menjadi peluang strategis bagi peningkatan ekspor hasil laut Sulawesi. Karantina memiliki peran memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan negara tujuan. Dengan pengawasan yang ketat dan pelayanan yang cepat, kita dapat mendukung kelancaran ekspor sekaligus menjaga reputasi produk Indonesia di pasar internasional,” ujarnya.
la menambahkan bahwa sesuai tupoksi karantina, setiap komoditas hewan dan ikan yang akan diekspor wajib melalui tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan administrasi dan fisik, pengambilan sampel apabila diperlukan, hingga penerbitan sertifikat kesehatan sebagai jaminan mutu dan keamanan.
Dengan efektifnya rute baru AirAsia mulai 7 Maret 2026, Karantina Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan untuk memperkuat layanan di bandara guna memastikan arus komoditas berjalan lancar, aman, dan sesuai regulasi. Sinergi antara maskapai, pelaku usaha, dan instansi teknis diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah serta memperkuat posisi Sulawesi sebagai salah satu sentra ekspor hasil laut nasional. (Emi)








