MAKASSAR , RAKYATSULBAR.COM— Ketua Umum IKA UIN Alauddin Makassar, Idrus Marham memberikan pembelaan atas dugaan gratifikasi yang sempat dilayangkan kepada Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Seperti diketahui, pada 15 Februari 2026 lalu, Nasaruddin sempat datang ke peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar. Yang jadi sorotan, lantaran Nasaruddin menggunakan pesawat jet pribadi.
Kehadiran Nasaruddin bukan merupakan inisiatif pribadi, melainkan undangan dari Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oddang (OSO).
“Posisinya pada saat itu kan Pak Nasar diundang. Kalau diundang, ya datang. Bagaimana caranya datang? Ya yang penting itu tidak ada pelanggaran,” ujar Idrus, saat diwawancarai usai pagelaran silaturahmi IKA UIN Alauddin Makassar, pada Jumat (27/2/2026).
Apalagi, menurut Idrus, Menag Nasaruddin diundang dalam rangka penguatan keumatan.
“Nah, apanya salah kalau diundang? Karena mungkin mau cepat, makanya OSO itu (beri fasilitas jet pribadi). Karena mungkin Pak Nasar dia tidak mau tinggal (lama) di sini, dan karena ini penting makanya perlu percepatan,” jelas Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu.
Ia pun menegaskan, Nasaruddin tidak salah dalam problematika ini.
“Apanya yang salah kalau (misalnya) saya diundang (dan diberi fasilitas)? Apakah sesudah jadi menteri tidak boleh naik pesawat (jet)? Boleh aja. Yang penting tidak menggunakan uang negara, yang penting tidak melanggar aturan,” paparnya.
Dengan kehadiran Nasaruddin ke KPK pasca ribut-ribut soal jet pribadi tersebut, Idrus memberi apresiasi. Katanya, Nasaruddin menunjukkan sikap seorang penyelenggara pemerintah yang kredibel dan akuntabel.
“Bangsa kita ini memang sekarang perlu bonafide, perlu niat baik, perlu keihklasan. Ini yang penting. Nah, ini semua nanti wujudnya ada pada solidaritas sosial,” tegas mantan Menteri Sosial itu. (*)








