BPS Catat Inflasi Sulbar Februari 2026 Capai 5,15 Persen

  • Bagikan
Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, saat diwawancari sejumlah wartawan. (Foto: Sudirman/Rakyatsulbar.com)

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat kembali menggelar rilis resmi terkait Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sulawesi Barat bulan Februari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BPS Sulbar, Jalan Martadinata, Mamuju, Senin (2/3/26).

Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Barat sebesar 5,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,53.

“Pada bulan Februari 2026, Sulbar mengalami inflasi sebesar 5,15 persen dengan IHK 110,53,” ujar Suri Handayani.

Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 7,13 persen dengan IHK sebesar 112,01. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 3,88 persen dengan IHK 109,57.

Menurutnya, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 5,33 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik signifikan sebesar 16,72 persen.

Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat 0,78 persen; kelompok kesehatan 1,61 persen; serta kelompok transportasi 0,89 persen. Kelompok pendidikan juga naik 1,63 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,10 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,83 persen.

Sementara itu, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks. Di antaranya kelompok pakaian dan alas kaki yang turun 0,41 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,29 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang turun 0,63 persen.
. (*)

  • Bagikan