Ratusan Warga Makassar Ikuti Shalat Idul Fitri di Pelataran Kampus Universitas Fajar

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Ratusan warga Kota Makassar memadati pelataran kampus Universitas Fajar dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu pagi 21 Maret 2026. Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dengan suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan.

Bertindak sebagai khatib, Dr KH Masrur Makmur La Tanro yang juga menjabat Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, serta Ketua ISMI Bali. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema Jujur dan Bijak: Etika Komunikasi Islam di Media.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Direksi PT Media Fajar Group, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rahman Pina, serta Rektor Universitas Fajar bersama civitas akademika.

Dalam khutbahnya, Masrur Makmur menekankan pentingnya etika dalam menyebarkan informasi di era digital. Ia menyampaikan bahwa menyampaikan informasi bukan sekadar anjuran agama, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban digital yang harmonis.

Mengutip pemikiran Jürgen Habermas, ia menjelaskan bahwa komunikasi ideal memiliki tiga karakter utama, yakni kejujuran, inklusivitas, dan dialog rasional. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter terpercaya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah manusia yang jujur dan bijak, termasuk dalam bermedia sosial. Ia menguraikan beberapa prinsip bermedia sosial secara Islami, di antaranya melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkan, menggunakan bahasa yang santun, menghindari provokasi, serta mengutamakan manfaat dibanding sensasi.

Kebanyakan yang viral di media bukanlah yang benar, tetapi yang sensasional. Padahal, keberhasilan dalam bermedia sosial menurut Islam bukan pada viralitas, melainkan pada keberkahan yang lahir dari keimanan,” ujarnya dalam khutbah.Ia juga mengingatkan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri dalam aktivitas digital. Setiap perkataan dan tulisan, menurutnya, akan dipertanggungjawabkan, sebagaimana ajaran dalam Al-Qur’an tentang adanya malaikat yang mencatat setiap amal manusia.

Menutup khutbahnya, Masrur Makmur mengajak umat Islam menjaga kesucian tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam lisan dan tulisan di ruang digital. “Idul Fitri bukan hanya memutihkan pakaian, tetapi juga memutihkan rekam jejak digital kita di hadapan Allah SWT, pungkasnya.Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kampus Universitas Fajar ini menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah yang diikuti masyarakat sekitar, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga di momen hari kemenangan.(*)

  • Bagikan