Halalbihalal UNM: Merajut Maaf, Menguatkan Cinta, Menyatukan Langkah

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Suasana hangat dan penuh ketulusan menyelimuti kegiatan Halalbihalal Universitas Negeri Makassar (UNM). Momentum ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan pasca-Idulfitri, tetapi menjelma sebagai ruang batin untuk menyatukan hati, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen bersama membangun universitas ke arah yang lebih baik.

Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patitingi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halalbihalal memiliki makna yang jauh melampaui seremonial.

“Halalbihalal bukan sekadar rutinitas, tetapi tempat di mana kita membuka hati, menyatukan pikiran, dan menumbuhkan cinta kita kepada Universitas Negeri Makassar,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan cinta terhadap institusi adalah energi yang tidak pernah surut. Energi itulah yang menjadi fondasi dalam membangun UNM sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

Dalam nuansa yang reflektif, ia juga menyampaikan sikap personalnya dalam memaknai kehidupan dan relasi antarmanusia.

“Sebagai manusia biasa, saya selalu berusaha memaafkan, bahkan sebelum tidur saya berdoa agar dapat memaafkan siapa pun yang bersalah kepada saya hari ini,” tuturnya dengan penuh ketulusan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun institusi besar tidak hanya bertumpu pada sistem dan kebijakan, tetapi juga pada kebersihan hati dan kelapangan jiwa setiap insan di dalamnya.

Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika untuk melihat masa depan dengan optimisme.

“Masa depan harus kita sambut dengan penuh harapan. Masa lalu adalah refleksi, bukan untuk disesali, tetapi menjadi navigator menuju masa depan yang lebih baik.”

Ia pun memberikan penghargaan kepada para pimpinan UNM terdahulu, menegaskan bahwa capaian hari ini merupakan hasil dari kesinambungan perjuangan.

“Apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari kerja keras para pimpinan sebelumnya. Kita harus menghargai dan melanjutkan perjuangan itu.”

Dalam konteks dinamika kampus, ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan energi percepatan.

“Perbedaan adalah kekuatan. Jika disatukan, justru akan menjadi adrenalin untuk berpikir positif dan meningkatkan kinerja.”

Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika dan mitra UNM, sekaligus menjelaskan bahwa Halalbihalal ini menjadi ruang untuk mempertemukan hati yang mungkin belum sempat saling bersapa secara langsung.

Silaturahmi sebagai Jalan Membersihkan Dosa Sosial Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latief mengingatkan pentingnya membedakan dua jenis dosa dalam kehidupan manusia: dosa kepada Allah SWT dan dosa kepada sesama makhluk.

Menurutnya, ibadah di bulan Ramadan menjadi jalan pengampunan dosa kepada Allah. Namun, dosa kepada sesama manusia hanya dapat diselesaikan melalui silaturahmi dan saling memaafkan.

“Halalbihalal adalah proses membersihkan dosa kepada sesama manusia. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi kebutuhan spiritual dan sosial,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di lingkungan akademik, yakni terbentuknya kelompok-kelompok yang justru melemahkan persatuan.

“Berkubu-kubu dalam dunia akademik adalah kekeliruan besar. Perbedaan itu hanya soal cara mencapai visi yang sama,” tegasnya.

Dalam penutup ceramahnya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga dan memperluas jaringan persahabatan.

“Perbanyak teman. Teman adalah kekayaan yang tidak terbatas dan tidak lekang oleh waktu.”

Merawat UNM dengan Hati yang Bersatu

Halalbihalal UNM tahun ini menghadirkan pesan yang kuat: bahwa kemajuan institusi tidak hanya dibangun oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kedewasaan emosional dan spiritual.

Ketika maaf menjadi budaya, perbedaan menjadi kekuatan, dan silaturahmi menjadi fondasi, maka universitas bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah besar yang penuh makna.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, semangat persatuan dan cinta terhadap almamater inilah yang akan menjadi energi utama bagi UNM untuk terus maju. (*)

  • Bagikan