Perkuat Sinergi Regional, Karantina Sulawesi Akselerasi Kebijakan Barantin 2026

  • Bagikan

JAKARTA, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Regional Sulawesi menegaskan komitmennya dalam mendukung arah kebijakan Badan Karantina Indonesia (Barantin) tahun 2026 melalui penguatan kinerja, disiplin pegawai, serta optimalisasi program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan hasil Rapat Pimpinan Barantin yang digelar pada Kamis (9/4), yang menitikberatkan pada peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas seluruh insan karantina.

Dalam arahannya, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kedisiplinan pegawai karantina sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya optimalisasi penggunaan anggaran secara efektif dan efisien guna mendukung pelaksanaan program kerja yang berdampak nyata.

“Kinerja yang baik harus dibangun dari disiplin yang kuat dan tanggung jawab yang tinggi. Setiap insan karantina harus mampu bekerja secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.” katanya.

Dalam forum Rapat Pimpinan, Karantina Sulawesi Selatan bersama unit pelaksana teknis di regional Sulawesi mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah perlunya kesamaan tindakan terhadap komoditas domestik yang dilalulintaskan melalui pos dan marketplace, guna mempermudah penelusuran dan pengawasan oleh petugas karantina.

Selain itu, sinergi antar unit karantina di Sulawesi juga terus diperkuat, khususnya dalam mendukung program strategis nasional seperti ketahanan pangan. Upaya ini turut didukung melalui peningkatan monitoring mutu produk perikanan di instalasi karantina ikan, guna menjamin kualitas komoditas yang akan diekspor.

Dalam paparannya Kepala Karantina Sulawesi Selatan selaku Koordinator Regional Sulawesi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan, salah satunya melalui pengalihan layanan karantina ke lokasi strategis seperti bandara untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan bagi pengguna jasa.

Dalam mendukung konektivitas dan akses pasar ekspor, Karantina Regional Sulawesi turut mendorong kesiapan implementasi direct call ekspor dari wilayah timur Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat arus ekspor dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan Sulawesi.

Di sisi lain, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah juga menegaskan komitmennya terhadap penguatan komunikasi publik menjadi fokus penting yang terus dikembangkan. 

“UPT Karantina di Regional Sulawesi tentunya berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran dan fungsi karantina, sekaligus membangun citra positif institusi di tengah dinamika informasi yang berkembang,”, tegasnya.

Di bidang penguatan kelembagaan, optimalisasi laboratorium karantina menjadi salah satu fokus, termasuk kebutuhan dukungan infrastruktur kelistrikan yang stabil untuk menjaga keandalan peralatan. Selain itu, rencana sertifikasi mutu seperti ISO 9001 dan ISO 37001 juga menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola dan integritas organisasi. 

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Karantina Regional Sulawesi optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga keamanan hayati, memperlancar arus komoditas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi dan Indonesia secara umum. (*)

  • Bagikan