MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat kembali merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2026, Senin (4/5/26).
Rilis resmi tersebut dipimpin langsung Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, di Aula Lantai 2 Kantor BPS Sulbar, Jalan Martadinata, Mamuju.
Suri Handayani mengungkapkan, pada April 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Sulawesi Barat sebesar 1,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,89.
“Pada April 2026, Sulbar mengalami inflasi 1,66 persen dengan IHK sebesar 110,89,” ujarnya.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mamuju sebesar 2,19 persen dengan IHK 111,38, sementara terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 1,31 persen dengan IHK 110,57.
Menurutnya, inflasi y-on-y dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,00 persen; pakaian dan alas kaki 0,03 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,50 persen; serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,99 persen.
Selain itu, kelompok kesehatan mengalami kenaikan 2,59 persen, transportasi 1,77 persen, informasi dan komunikasi 1,38 persen, pendidikan 1,63 persen, restoran 1,28 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,19 persen.
“Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami penurunan indeks sebesar 0,71 persen,” jelasnya.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Sulbar tercatat sebesar 0,24 persen, sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,33 persen.
Data ini menunjukkan tren kenaikan harga yang masih terkendali, meski terjadi tekanan pada sejumlah kelompok pengeluaran utama di Sulawesi Barat. (*)








