MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan menyatakan proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Makassar akan segera dimulai pada tanggal 1 Juni 2026 dan berlangsung hingga 1 Juli mendatang. Seluruh panitia dan petugas dinyatakan siap menyambut dan memproses kepulangan ribuan jemaah yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Ikbal Ismail selaku Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel menyampaikan, sebelum kedatangan rombongan pertama, panitia PPIH Embarkasi Makassar akan menggelar rapat koordinasi pada tanggal 1 Juni pukul 16.00 Wita untuk memantapkan langkah dan persiapan teknis.
Kloter pertama rencananya akan mendarat di Makassar pada pukul 22.30 di hari yang sama.
“Insyaallah kami sudah siap sepenuhnya untuk menerima dan melayani kedatangan mereka. Setelah tiba dan seluruh proses selesai, kami akan menyerahkan kembali kepada tim PPIH tingkat kabupaten dan kota untuk selanjutnya mengantar para jemaah pulang ke daerah asal masing-masing,” ujar Ikbal.
Dari data yang tercatat, total jemaah haji asal Sulawesi Selatan yang diberangkatkan tahun ini mencapai 16.728 orang. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak di Arab Saudi, sebanyak 13 orang jemaah dilaporkan meninggal dunia selama berada di Tanah Suci.
Pihaknya terus memantau perkembangan dan berharap jumlah tersebut tidak bertambah lagi, mengingat layanan dan fasilitas pendukung di lokasi sudah berjalan sangat baik.
“Kami terus berdoa agar seluruh jemaah yang masih berada di sana senantiasa dalam keadaan sehat, selamat, dan dapat kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa predikat haji yang mabrur,” tambahnya.
Seluruh rangkaian proses kepulangan diperkirakan berlangsung selama satu bulan penuh hingga tanggal 1 Juli nanti. Secara umum, masa tinggal jemaah di Arab Saudi berlangsung sekitar 42 hari, terbagi antara 9 hari berada di Madinah dan sisanya di Mekkah.
Untuk jemaah haji khusus memiliki masa tinggal lebih singkat yakni sekitar 28 hari, sedangkan petugas dan tim pengawas biasanya datang belakangan dan kembali lebih awal.
Menanggapi sosok Ibu Jumaria asal Kabupaten Maros yang menjadi perbincangan karena kegigihannya menabung puluhan tahun demi bisa berangkat haji, Ikbal menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi‑tingginya. Ia menyebutkan semangat dan ketekunan wanita lanjut usia tersebut menjadi contoh dan inspirasi bagi banyak orang.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan Ibu Jumaria. Beliau sudah berusia lanjut namun tetap gigih dan sabar menabung selama puluhan tahun demi bisa memenuhi panggilan Allah SWT. Hal ini membuktikan, bahwa jika niat dan tekad sudah kuat, pasti jalan akan dibukakan,” tegas Ikbal.
Pihaknya memastikan seluruh rangkaian mulai dari penyambutan, pemeriksaan hingga pengantaran ke daerah asal akan berjalan tertib, aman dan lancar, sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji Sulawesi Selatan.








