Karantina Goes to Campus, Ajak Generasi Muda Jadi Penjaga Sumber Daya Hayati Indonesia

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Peran generasi muda dalam menjaga kekayaan sumber daya hayati Indonesia menjadi perhatian utama dalam kegiatan Karantina Goes to Campus yang diselenggarakan Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia (Barantin) ini menjadi ruang dialog antara praktisi karantina dan sivitas akademika untuk memperluas pemahaman mengenai peran strategis karantina dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perdagangan nasional.

Mengusung semangat Think Global, Protect Local: Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas, kegiatan ini mengajak mahasiswa memahami bahwa ancaman terhadap sumber daya hayati tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dapat terbawa melalui lalu lintas komoditas antarwilayah maupun antarnegara.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, dalam sambutannya menekankan bahwa tugas Badan Karantina Indonesia tidak terbatas pada pemeriksaan hewan, ikan, dan tumbuhan. Di balik pelaksanaan tugas tersebut, terdapat kebutuhan kompetensi dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pengawasan, pelayanan publik, penguatan regulasi, hingga kerja sama internasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa Unhas mengetahui bahwa peluang untuk berkontribusi di Badan Karantina Indonesia tidak hanya terbuka bagi lulusan Kedokteran Hewan atau Pertanian. Kami juga membutuhkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari Hukum, Ilmu Komunikasi, hingga Hubungan Internasional. Artinya, banyak ruang bagi generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga negeri,” ujar Sitti Chadidjah.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia karantina. Kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi diharapkan dapat menghadirkan pertukaran pengetahuan, pengalaman lapangan, serta peluang pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sumber daya hayati perlu dijaga, termasuk untuk mendukung keamanan pangan atau food safety. Inilah salah satu tugas Badan Karantina Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Karena itu, para mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga sumber daya hayati milik Indonesia.

Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung melalui diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali lebih jauh tugas, tantangan, serta peluang berkontribusi dalam bidang perkarantinaan.

Melalui Karantina Goes to Campus, Karantina Sulawesi Selatan berharap semakin banyak generasi muda yang memahami bahwa menjaga sumber daya hayati bukan hanya tanggung jawab petugas di pintu masuk dan keluar wilayah, melainkan membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi ini sekaligus menjadi langkah untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki daya saing global, tetapi juga kepedulian terhadap kekayaan hayati bangsa sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

  • Bagikan