MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM — Prof Hasmyati resmi mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031, Kamis, 8 Oktober 2026.
Prof Hasmyati datang mendaftar dengan didampingi kolega, keluarga dan kerabat. Dari unsur fakultas, sejumlah pimpinan dan sivitas akademika turut mendampingi, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD), sejumlah anggota Senat, serta dosen yang merepresentasikan berbagai fakultas di UNM.
Prof Hasmyati mengatakan keputusan maju dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM merupakan bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di kampus.
“Alhamdulillah, pada hari ini, Kamis 8 Oktober 2026, kami telah mendaftar sebagai calon Rektor UNM periode 2027–2031,” buka Prof Hasmyati, usai melakukan pendaftaran.
Dia menyebut, dirinya telah menjadi bagian dari UNM selama lebih dari empat dekade. Perjalanan tersebut dimulai sejak berstatus sebagai mahasiswa hingga kemudian menjalani karier sebagai dosen dan menempuh jenjang kepemimpinan akademik secara bertahap.
Karier kepemimpinannya antara lain dimulai dari Kepala Laboratorium FIKK, Ketua Jurusan, Wakil Dekan, hingga dipercaya menjadi Dekan FIKK selama dua periode atau delapan tahun.
Pengalaman tersebut, kata Prof Hasmyati, menjadi salah satu modal penting yang dibawanya dalam mengikuti Pilrek UNM. Menurutnya, pucuk kepemimpinan tidak bisa diraih dengan cara instan, melainkan harus diperjuangkan melalui jalan berjenjang.
“Karir kepemimpinan kami berjenjang, mulai dari level jurusan hingga menjadi dekan selama delapan tahun. Insyaallah, ini menjadi keunggulan kompetitif kami sebagai Calon Rektor UNM,” katanya.
Dalam pencalonannya, Prof Hasmyati menawarkan visi menjadikan UNM sebagai Center of Excellence Kependidikan yang berbasis riset, inovatif, berdampak dan berdaya saing global.
Prof Hasmyati menegaskan, arah pengembangan UNM ke depan akan dibangun melalui keseimbangan antara keberlanjutan dan kebaruan.
Menurutnya, capaian yang telah dibangun UNM tidak perlu ditinggalkan ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Sebaliknya, capaian yang sudah baik perlu dipertahankan dan diperkuat, sementara program yang belum efektif harus dievaluasi dan diperbaiki.
“Keberlanjutan bagi kami bukan berarti sekadar melanjutkan program yang sudah ada. Yang baik kita lanjutkan dan perkuat, yang belum efektif kita perbaiki,” jelasnya.
Eks Dekan FIKK UNM itu juga menyampaikan, keputusannya maju sebagai calon rektor tidak terlepas dari perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui selama berada di UNM. Menurutnya, pencalonan merupakan bagian dari panggilan jiwa untuk melanjutkan pengabdian pada institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.
Selain pengalaman kepemimpinan berjenjang, dukungan dari sivitas akademika UNM juga menjadi salah satu faktor yang menguatkan keputusannya untuk maju.
“Saya melihat ini sebagai panggilan jiwa, juga mencermati perkembangan UNM saat ini, kami menilai bahwa pencapaian UNM masih bisa dipacu berdasarkan modal SDM yang kita miliki,” kata dia.
Terkait dinamika dukungan dalam Pilrek UNM, Prof Hasmyati mengatakan komunikasi dengan sejumlah anggota Senat yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya tetap dijaga.
“Kami terus menjalin komunikasi secara intens bersama Senat yang mendukung kami. Kami optimistis bisa menang dan meraih suara signifikan pada Pilrek ini,” ujarnya.
Prof Hasmyati juga berharap seluruh tahapan Pilrek UNM berlangsung dalam suasana yang sejuk dan bermartabat. Menurutnya, kontestasi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang untuk menguji gagasan, kapasitas dan visi masing-masing calon dalam membawa UNM menghadapi tantangan ke depan. (wid)
=====
BAHAN GRAFIS
Jejak Pengabdian Prof Hasmyati di UNM
Semua berawal sebagai mahasiswa dan lulus S1 IKIP Ujung Pandang pada 1992
Pengabdian Akademik
- Kepala Laboratorium
- Sekretaris Jurusan
- Ketua Jurusan PJKR 2010-2014
- Wakil Dekan II FIKK 2014-2018
- Dekan FIKK UNM dua Periode 2018-2026
- Dekan Perempuan Pertama di FIKK
Capaian Selama Menjadi Dekan
- Membuka empat Prodi baru : Administrasi Kesehatan, Gizi, Fisioterapi, Promosi Kesehatan
- Kerjasama Internasional: Monash University, Massey University, Universiti Sains Malaysia
- Gelar Konferensi Internasional Pertama FIKK (menjadi agenda rutin)
- Prodi Ilmu Keolahragaan Raih Akreditasi Internasional ASIIN – Pertama dan Satu-satunya di Indonesia
Pendidikan Tinggi
- S2 Kesehatan – Universitas Airlangga 2000
- S3 – Universitas Negeri Jakarta 2008
- Guru Besar / Profesor
Pejalanan Pilrek
- Pilrek 2024 : Meraih 51 suara Senat dari 64 di Putaran pertama
- Putaran kedua tetap mengantongi 44 suara senat
- Tetap jaga silaturahmi dengan semua senator pendukung hingga kini








