MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM– Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., yang diwakili Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, M.A., secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Tahfizh/Tahfizhah UMI, Kamis (15/10/2026), di Aula Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) UMI.
Kegiatan ini diikuti 40 peserta dan dihadiri Ketua UPT PKD UMI, Dr. H. Andi Darmawangsah, M.A., para kepala bidang UPT PKD, serta ketua panitia dan jajaran pelaksana kegiatan.
Dalam sambutan Rektor UMI yang dibacakannya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa program Tahfizh/Tahfizhah merupakan bagian penting dari komitmen UMI dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesionalisme, tetapi juga kokoh dalam keimanan, kemuliaan akhlak, serta pengamalan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual. UMI juga memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang memiliki kedalaman spiritual, kematangan emosional, integritas moral, serta kepedulian terhadap umat dan masyarakat.
“Menjadi penghafal Al-Qur’an adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah yang besar. Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengingat dan melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga merupakan proses mendidik hati, membangun kedisiplinan, melatih kesabaran, menjaga perilaku, dan membentuk kepribadian yang senantiasa dekat dengan Allah SWT,” demikian pesan Rektor UMI melalui Wakil Rektor IV.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qamar ayat 17 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an telah dimudahkan untuk dipelajari dan diambil pelajarannya. Ayat tersebut, menurutnya, menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus bersungguh-sungguh dalam menghafal, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Dalam kesempatan itu, para peserta dibekali tiga pesan utama, yakni meluruskan niat karena Allah SWT, mengutamakan adab sebelum banyaknya hafalan, serta menjaga hafalan melalui murajaah dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa kemuliaan seorang penghafal Al-Qur’an tidak hanya diukur dari jumlah ayat yang dikuasai, tetapi juga dari akhlak, kedisiplinan, kerendahan hati, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Jangan hanya mengejar banyaknya hafalan, tetapi bangun pula adab dan akhlak yang mulia. Hormati guru, patuhi pembimbing, jaga lisan, serta jadikan murajaah sebagai kebiasaan harian,” pesannya kepada para peserta.
Lebih lanjut, ia berharap program Tahfizh/Tahfizhah menjadi salah satu kekuatan strategis dalam memperkuat budaya Kampus Islami di UMI. Para penghafal Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga shalat berjamaah, memakmurkan masjid, membangun suasana akademik yang religius, serta mengembangkan tradisi saling mengingatkan dalam kebaikan.
Peserta yang memenuhi kualifikasi juga diharapkan dapat berkontribusi dalam kegiatan keagamaan kampus, termasuk menjalankan amanah sebagai imam shalat berjamaah sesuai kemampuan dan penugasan yang diberikan.
Program ini, lanjutnya, tidak boleh berhenti pada pencapaian hafalan secara individual, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan kampus dan masyarakat.
“UMI ingin terus mengintegrasikan ilmu, iman, akhlak, dan amal dalam seluruh proses pendidikan. Inilah wujud nyata pendidikan karakter yang kita bangun: melahirkan manusia yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan nyata dalam pengabdian,” tegasnya.
Melalui kegiatan pembekalan ini, UMI berharap para peserta semakin siap menjalani proses menghafal dan menjaga Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan, kesabaran, serta istiqamah, sekaligus menjadi generasi Qur’ani yang membanggakan orang tua, mengharumkan nama universitas, dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan umat.
Kegiatan pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan oleh Wakil Rektor IV UMI yang mewakili Rektor UMI. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UMI dalam memperkuat pendidikan karakter, pengembangan dakwah, dan implementasi nilai-nilai Islam di lingkungan kampus.








