MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menempatkan pembentukan karakter sebagai fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju generasi unggul dan berkarakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pekan Pesantren Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang mulai digelar di Pesantren Unggulan Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Senin (7/9).
Pekan Pesantren Gelombang I berlangsung 7-9 September 2026. Kegiatan ini diikuti sekira 500 mahasiswa baru dari Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UMI.
Mewakili Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., Wakil Rektor IV UMI Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pekan Pesantren bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pembentukan karakter mahasiswa. Tujuannya agar mahasiswa memiliki fondasi keislaman, integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial sejak memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Mengangkat tema “Strategi UMI Mempersiapkan SDM Unggul dan Berkarakter,” Rektor menegaskan, UMI tidak hanya ingin melahirkan lulusan dengan kecerdasan akademik dan kompetensi profesional. UMI juga ingin membentuk generasi yang beriman, berakhlak, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan
manfaat bagi masyarakat.
“UMI tidak hanya ingin menghasilkan sarjana yang pintar, tetapi sarjana yang pintar sekaligus benar. Kita tidak hanya ingin menghasilkan manusia yang kompeten, tetapi manusia yang kompeten sekaligus berintegritas,” tegasnya.
Menurut Rektor, tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini semakin kompleks. Perkembangan artificial intelligence (AI), digitalisasi, otomatisasi, dan globalisasi menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat. Teknologi, menurutnya, harus ditempatkan sebagai instrumen untuk menghadirkan manfaat. Karena itu, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai dan karakter.
“Teknologi dapat membuat manusia semakin cepat, tetapi karakter menentukan ke mana kecepatan itu diarahkan. Karena itu, UMI harus membangun keduanya, excellence and character; keunggulan dan karakter, kompetensi dan akhlak, intelektualitas dan spiritualitas, serta global mindset dan Islamic identity,” ungkapnya.
Pesantren sebagai Laboratorium Karakter
Rektor berharap mahasiswa baru menjadikan Pekan Pesantren sebagai ruang untuk membangun kebiasaan dan karakter sejak awal menjalani kehidupan kampus. Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembinaan keislaman, tetapi juga dibiasakan dengan kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, dan penghormatan kepada dosen serta pembina.
Mahasiswa juga diarahkan untuk mampu menghargai perbedaan dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial selama menempuh pendidikan di UMI.
“Jadikan pesantren sebagai laboratorium karakter. Jadikan pesantren sebagai tempat pencerahan qalbu. Kita tidak ingin mahasiswa hanya mengalami knowledge transformation, tetapi juga character transformation,” pesannya.
Tujuh Nilai Menuju Generasi Unggul dan Berkarakter
Dalam mempersiapkan UMI mencetak generasi unggul dan berkarakter, Rektor menggarisbawahi sejumlah strategi pengembangan sumber daya manusia. Strategi tersebut meliputi integrasi keislaman, keilmuan, dan karakter; penguatan academic excellence; transformasi digital dan Al; penguatan leadership dan entrepreneurship; internasionalisasi; serta penguatan tanggung jawab sosial dan nilai-nilai peradaban Islam.
Rektor juga menitipkan tujuh nilai utama kepada mahasiswa UMI. Ketujuh nilai tersebut adalah iman, ilmu, akhlak, integritas, excellence, leadership, dan collaboration. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi identitas mahasiswa selama menempuh pendidikan di UMI. Bekal tersebut juga diharapkan tetap melekat ketika mereka memasuki kehidupan profesional dan bermasyarakat.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi lulusan UMI. Bercita-citalah menjadi manusia yang membuat UMI, umat, bangsa, dan dunia menjadi lebih baik. Gen tidak dimulai dari ranking, tetapi dimulai dari manusia yang berkualitas,” pesan Prof. Hambali.
Gelombang I Diikuti Sekira 500 Mahasiswa Baru
Sementara itu, Wakil Rektor III UMI sekaliqus Ketua Panitia Pekan Pesantren Mahasiswa Baru Prof. Dr. H. Kamal Hidjaz, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pekan Pesantren dilaksanakan secara bertahap. Pola tersebut diterapkan untuk memastikan proses pembinaan keislaman dan karakter dapat berlangsung secara optimal.
Untuk Gelombang I yang berlangsung 7-9 September 2026, sekira 500 mahasiswa baru mengikuti kegiatan. Mereka berasal dari Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Gigi, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI.
Prof. Kamal Hijaz menjelaskan, Pekan Pesantren menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa baru UMI. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan nilai-nilai dasar keislaman, budaya akademik UMI, kedisiplinan, dan kebersamaan. la berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Nilai dan kebiasaan yang diperoleh selama berada di Pesantren Unggulan Darul Mukhlisin diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan akademik maupun sosial mahasiswa.
Pekan Pesantren Mahasiswa Baru menjadi salah satu tahap awal UMI dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang memiliki iman, akhlak, integritas, kepemimpinan, dan kepedulian untuk menghadapi tantangan masa depan.








