Pencari Madu Bantu SAR Cari Korban ATR 42-500

  • Bagikan
Ilustrasi Rakyatsulsel proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung

“Jadi untuk jenasa pengambilan sampel akan dilaksanakan di tempat pemeriksaan jenasa. Jadi kami tidak pernah mengambil sampel di TKP, supaya nanti terdata dengan baik nomernya, segala administrasinya,” tutur Hidayati.

Hidayati juga menyampaikan selama pihaknya belum menerima jenazah satupun dari insiden kecelakaan pesawat ini. Walau begitu, pihaknya disebut tidak tinggal diam melainkan terus melakukan mengumpulkan antemortem yang sekarang ini sudah ada delapan sampel.

“Dan ini ternyata keluarga-keluarganya tidak ada di Sulsel. Ada yang di Jateng, ada yang di Jabar, ada yang di Bekasi. Nah kami berkoordinasi dengan kami Dokkes Polda setempat untuk mencari, mendatangi keluarga,” sebut dia.

“Nah ternyata ada beberapa keluarga yang di polda-polda lain, itu difasilitasi oleh maskapai untuk datang ke sini. Tapi ada juga yang sudah diambil di sana. Makanya kita tunggu sambil kita meminta nomor kontak keluarga tersebut. Kalau kita butuh data tambahan, kita bisa tetap komunikasi,” lanjutannya.

Santunan Keluarga Korban

Santunan terhadap keluarga korban Pesawat ATR 42-500 akan diberikan pemerintah setelah korban berhasil teridentifikasi. Mengingat hingga sekarang ini baru satu mayat jenis kelamin laki-laki ditemukan dan belum diketahui identitasnya, apakah korban kecelakaan pesawat atau bukan.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menegaskan, pihaknya dalam hal ini pemerintah hingga sekarang mengaku belum bisa menyatakan ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan Pesawat ATR 42-500.

“Sebagaimana disampaikan, untuk menyatakan adanya korban jiwa, setelah kita melakukan identifikasi oleh Kepolisian melalui DVI. Dari situ kita sampaikan bahwa ada korban yang dinyatakan, apakah ada (atau tidak) ,” tegas Dudy usai memantau langsung proses SAR di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, kemarin.

Dudy juga memastikan kelayakan terbang pesawat ATR 42-500. Menurut dia, berdasarkan dokumen telah diperiksa, kondisi pesawat tidak ada masalah. Mengenai penyebab kecelakaan ini disebut baru bisa dipastikan setelah black boxnya ditemukan, termasuk apakah terbang terlalu rendah atau ada penyebab lainnya.

“Kalau layak terbang, iya. Karena setiap pesawat yang dioperasikan syarat utamanya adalah layak terbang. Kami sudah memeriksa dokumen kelayakan dari Pesawat ATR 42-500 tersebut,” tutur dia.

“Soal ketinggian dan sebagainya kita lihat setelah menemukan semua bukti-bukti yang ada, termasuk black box. Dari situ kita bisa menjelaskan sebab musababnya kecelakaan ini,” sambung Dudy.

Dia juga mengatakan bahwa penerbangan pesawat ATR 42-500 ini untuk melakukan pengamatan sebagai salah satu tugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Seperti diketahui, pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) ini sedang disewa oleh KKP.

“Penerbangan ini adalah surveilans salah satu tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pesawat ATR milik IAT untuk melakukan pengawasan laut di seluruh wilayah laut Indonesia. Ini merupakan tugas rutin dari KKP,” sebut Dudy.

Saat ditanyakan apakah kecelakaan pesawat ini diakibatkan oleh faktor cuaca buruk yang memang melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) sebelumnya peristiwa ini terjadi, Dudy menolak untuk menyimpulkan.

  • Bagikan