FPPM Satukan Tokoh Perempuan Makassar lewat Talkshow IWD 2026

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Memperingati International Women’s Day (IWD) 2026, Forum Perempuan Pemimpin Makassar (FPPM) menginisiasi sebuah kolaborasi strategis bersama Konsulat Jenderal Australia Makassar melalui perhelatan talkshow bertajuk “Perempuan Berdaya, Komunitas Bermakna: Sinergi Kepemimpinan dalam Keberagaman” di Gedung IMMIM, Makassar, Kamis (5/3/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh perempuan berpengaruh dari berbagai latar belakang organisasi. Semangat sinergi lintas komunitas terlihat jelas dengan hadirnya Dr. Ariella Hana Sinjaya, Ketua PMKIT (Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur) Sulsel sekaligus pendiri Yayasan Anak Bangsa Berakhlak Mulia.

Selain itu, hadir pula Merlina Sutanto, Ketua PERWANTI (Persaudaraan Wanita Tionghoa) Sulsel yang merupakan sayap dari PSMTI, serta Wanny Horax selaku Ketua IWATI (Ikatan Wanita Tionghoa Indonesia). Kehadiran para pemimpin perempuan ini mempertegas komitmen FPPM dalam merangkul keberagaman untuk membangun kepemimpinan perempuan yang lebih solid di Sulawesi Selatan.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan bahwa perempuan harus memiliki kompetensi memadai namun tetap menjaga integritas keluarga.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Makassar sebagai kota yang ramah bagi perempuan, kota yang menghargai keberagaman, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap perempuan untuk berkembang dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing,” tutur Aliyah.

Senada dengan itu, Konjen Australia di Makassar, Mr. Todd Dias, mengungkapkan kebanggaannya terhadap FPPM. Organisasi yang didirikan oleh 10 perempuan alumni beasiswa Australia Awards Indonesia (AAI) ini dinilai sukses menjadi wadah pemersatu pemimpin perempuan di Makassar untuk berperan aktif di masyarakat.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 35 organisasi perempuan ini menghadirkan narasumber pakar seperti Prof. Dr. Nurhidayat M. Said, Prof. Dr. Fatmawati Hilal, drg. Eriana Sotono, dan Yeni Rahman. Diskusi ini tidak hanya menjadi refleksi peran strategis perempuan, tetapi juga ditutup dengan momen hangat buka puasa bersama yang mempererat silaturahmi antarundangan. (Emi)

  • Bagikan