MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Karantina Sulawesi Selatan melalui satuan pelayanan Bone kembali memperketat pengawasan lalu lintas ternak tepatnya di Pelabuhan Tuju-Tuju. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kesehatan komoditas yang masuk ke wilayah Sulsel. Terdapat 630 ekor kambing asal Waikelo, Sumba Barat Daya, menjalani pemeriksaan dan pengawasan karantina setibanya di dermaga menggunakan KLM Raiful.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik secara untuk mendeteksi gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) lainnya. Selain pemeriksaan klinis, prosedur biosekuriti berupa desinfeksi menyeluruh terhadap hewan dan alat angkut juga dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko.
Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah menegaskan bahwa setiap hewan ternak yang masuk melalui jalur laut wajib memenuhi persyaratan administratif dan teknis yang ketat. Menurutnya, pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas kesehatan ternak nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya alam hayati kita. Terhadap 630 ekor kambing asal Sumba ini, seluruhnya telah melalui pemeriksaan fisik yang ketat. Hasil pengamatan menunjukkan tidak ditemukan adanya gejala klinis HPHK maupun PMK, sehingga ternak dinyatakan sehat dan aman. Kami pastikan prosedur biosafety, termasuk desinfeksi alat angkut, dijalankan sesuai SOP demi kenyamanan masyarakat dan peternak lokal,” tegasnya.
Karantina Sulawesi Selatan mengimbau seluruh pelaku usaha untuk terus mematuhi regulasi yang berlaku, guna memastikan rantai distribusi ternak di wilayah ini tetap sehat, legal, dan terlindungi dari ancaman wabah penyakit. (Emi)








