Persiapkan Tenaga Kerja Lokal, Pemdes di Luwu Timur Utus Pemuda Ikuti Pelatihan Security

  • Bagikan

​MALILI, RAKYATSULBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memfasilitasi pelatihan pengamanan (Security) bagi pemuda desa guna menyambut kehadiran investasi besar di Bumi Batara Guru.

​Kepala Dinas PMD Luwu Timur, Awaluddin, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya perkembangan industri pertambangan.

​”Kami ingin memastikan pemuda kita memiliki sertifikasi dan keahlian yang mumpuni. Pelatihan security ini adalah bekal bagi mereka agar siap diserap oleh perusahaan-perusahaan besar yang ada maupun yang akan segera beroperasi,” ujar Awaluddin saat memberikan keterangan, Selasa (31/3).

​Menyasar IHIP dan HNI

​Menurut Awaluddin, kebutuhan tenaga pengamanan profesional akan meningkat seiring dengan mulai beroperasinya perusahaan tambang baru seperti Indonesia Huali Industrial Park (IHIP).

Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan yang sudah eksis seperti HNI (Huali Nikkel Indonesia) dan sektor industri penunjang lainnya di Luwu Timur.

​”Desa-desa mengutus perwakilan pemuda mereka untuk mengikuti pelatihan ini menggunakan skema pemberdayaan. Fokusnya adalah agar saat IHIP dan HNI membuka rekrutmen besar-besaran, anak-anak kita sudah siap secara administrasi maupun fisik dengan sertifikat Gada Pratama yang mereka miliki,” tambahnya.

​Komitmen Pemberdayaan Lokal

​Dinas PMD berharap sinergi antara pemerintah desa dan sektor industri dapat terus terjalin dengan baik. Dengan adanya tenaga kerja yang tersertifikasi, perusahaan tidak lagi memiliki alasan untuk tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal.

​”Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi desa. Kita siapkan mental dan disiplin mereka melalui pelatihan ini, sehingga mereka memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja profesional,” tutup Awaluddin. (*)

  • Bagikan