BPS Catat Inflasi Sulbar Juni 2026 Sebesar 2,29 Persen

  • Bagikan

MAMUJU, RAKYATSULBAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat inflasi year on year (y-on-y) Sulawesi Barat pada Juni 2026 sebesar 2,29 persen. Diketahui, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mamuju sebesar 3,24 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Majene sebesar 1,70 persen.

Data tersebut disampaikan dalam rilis resmi BPS Sulbar terkait dengan Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sulawesi Barat Juni 2026 yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor BPS Sulbar, Jalan Martadinata, Mamuju, Rabu (1/7/26).

Rilis dipimpin langsung Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, didampingi jajaran pejabat BPS Sulbar.

Kepala BPS Sulbar Suri Handayani menjelaskan, pada Juni 2026 Provinsi Sulawesi Barat mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,54. Sementara IHK Mamuju tercatat 111,63 dan Majene 111,48.

“Pada Juni 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,54. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 3,24 persen dan terendah di Kabupaten Majene sebesar 1,70 persen,” ujar Suri.

Ia menjelaskan, inflasi y-on-y dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan 2,59 persen, pakaian dan alas kaki 0,29 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,25 persen, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,37 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan naik 2,69 persen, transportasi 1,98 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,98 persen, pendidikan 1,64 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,52 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,71 persen.

Sementara itu, hanya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,19 persen.

BPS juga mencatat perkembangan harga berbagai komoditas selama Juni 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan di dua kabupaten, IHK Sulbar meningkat dari 109,04 pada Juni 2025 menjadi 111,54 pada Juni 2026.

Selain inflasi tahunan, Sulbar juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,48 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,93 persen. Data ini menunjukkan tekanan harga di Sulawesi Barat masih berada pada level yang relatif terkendali meski terjadi kenaikan pada sebagian besar kelompok pengeluaran. (*)

  • Bagikan