MAKASSAR, RAKYATSULBAR.COM – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) mengikuti kegiatan penutupan Pelatihan Dasar Fungsional Teknis Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Latekdas) Gelombang I Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring.
Pelatihan yang diikuti oleh 249 peserta dari berbagai unit kerja Badan Karantina Indonesia ini bertujuan membentuk ASN karantina yang kompeten, profesional, dan berintegritas.
Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 17,51 persen, dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Dalam arahannya, Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hinitiyo menegaskan bahwa Latekdas merupakan langkah awal dalam membentuk aparatur yang siap menghadapi tantangan tugas perkarantinaan.
“Keberhasilan menyelesaikan Latekdas bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengabdikan kompetensi yang dimiliki dalam memberikan pelayanan karantina yang profesional, adaptif, dan berintegritas kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan baik.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kompetensi yang terus berkembang akan menjadi modal penting dalam memperkuat sistem perkarantinaan serta menjaga sumber daya hayati Indonesia,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Latekdas, Badan Karantina Indonesia terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai garda terdepan dalam melindungi kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan serta mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas.








