MAROS, RAKYATSULBAR.COM – Dalam rangka mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Maros pada musim kemarau, Polres Maros menggelar Apel Siaga Karhutla yang diikuti personel Polri bersama unsur TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya.
Apel siaga tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana Karhutla sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi guna mewujudkan penanganan yang cepat, terpadu, dan efektif apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Kapolres Maros AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H. selaku pimpinan apel menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan langkah yang paling utama dalam penanggulangan Karhutla. Oleh karena itu, seluruh personel dan stakeholder terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan, patroli rutin di daerah rawan, serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Karhutla merupakan ancaman yang harus kita antisipasi bersama. Saya mengajak seluruh personel dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan deteksi dini, memperkuat koordinasi, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Jangan sampai ada aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas,” ujar AKBP Devi Sujana dalam amanatnya, Selasa (11/8/2026).
Kapolres juga mengingatkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, potensi terjadinya Karhutla dapat diminimalisir sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat dapat dicegah.








